Jubir Kemenlu Iran: Komentar Macron Perlebar Ketidakpercayaan
-
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi .
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi mengatakan bahwa mengangkat isu-isu di luar kesepakatan nuklir JCPOA tidak akan membantu menyelamatkan perjanjian multilateral ini.
Dia menyampaikan hal itu pada Jumat (7/6/2019) sebagai reaksi terhadap statemen Presiden Prancis, Emmanuel Macron selama pertemuan dengan mitranya dari AS, Presiden Donald Trump di Paris, Kamis kemarin.
Macron mengatakan Paris dan Washington mengejar tujuan yang sama terkait Tehran dan sebuah negosiasi baru untuk menambah butir-butir JCPOA harus dimulai.
Prancis sebagai salah satu penandatangan JCPOA, tidak melaksanakan komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut.
Mousavi menegaskan bahwa (seruan Macron) justru akan menciptakan ketidakpercayaan lebih lanjut di antara pihak-pihak yang tersisa di bawah kesepakatan.
"Terlepas dari pernyataan politik, pihak-pihak Eropa telah gagal memenuhi komitmennya di bawah JCPOA untuk mencegah dampak penarikan sepihak AS dari kesepakatan itu," tambahnya.
Mousavi menjelaskan bahwa mengangkat isu-isu di luar JCPOA akan membawa kesepakatan di ambang kehancuran, karena AS berniat melakukan itu dengan cara keluar dari JCPOA.
Dia juga mengatakan klaim yang berulang, tidak berdasar, dan tidak konsisten yang dibuat oleh Trump dalam pertemuan tersebut, tidak penting untuk dikomentari. (RM)