Mousavi: Iran Siap Berdialog dengan Masing-masing Negara Teluk
https://parstoday.ir/id/news/iran-i70919-mousavi_iran_siap_berdialog_dengan_masing_masing_negara_teluk
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam Iran selalu memiliki kesiapan untuk berdialog dengan masing-masing negara Teluk Persia terkait masalah bilateral dan regional.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jun 10, 2019 16:06 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Mousavi
    Sayid Abbas Mousavi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, Republik Islam Iran selalu memiliki kesiapan untuk berdialog dengan masing-masing negara Teluk Persia terkait masalah bilateral dan regional.

Jubir Kemenlu Iran, Sayid Abbas Mousavi, Senin (10/6/2019) dalam jumpa pers mingguannya dengan wartawan dalam dan luar negeri, ditanya tentang klaim Menlu Uni Emirat Arab terkait urgensi partisipasi negara-negara Teluk Persia dalam perundingan negara-negara anggota JCPOA dengan Iran.

Mousavi menuturkan, usulan menlu Iran soal pembentukan forum dialog regional dan penandatanganan pakta pelarangan agresi, dapat menjadi awal dimulainya dialog negara-negara sekitar Teluk Persia.

Sehubungan dengan statemen anti-Iran yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Mousavi menjelaskan, pemerintahan Presiden Donald Trump tidak berada pada posisi yang bisa mendikte Iran setelah keluar secara ilegal dari kesepakatan nuklir, JCPOA, dan pada saat yang sama dengan sanksi maksimal dan menindas terhadap rakyat Iran, ia mengklaim sebagai pihak pemrakarsa perundingan dengan Tehran.

Ia menambahkan, Republik Islam Iran telah menggagalkan tekanan psikologis negara-negara Barat dengan JCPOA, dan perundingan baru dengan Iran yang disampaikan mereka, bukanlah perundingan yang diharapkan Tehran.

Terkait normalisasi hubungan Iran dengan Eropa, Jubir Kemenlu Iran menuturkan, Iran berharap Eropa menjalankan komitmennya, tapi mereka tidak mau atau tidak mampu melakukannya, dan ini sangat disesalkan.

Mousavi menerangkan, sungguh sangat disesalkan di dunia hari ini ada sebuah negara yang menerapkan aturan, itupun lintas wilayah dan dipaksakan kepada negara lain, yang tidak menmbiarkan negara-negara dunia bebas menjalin hubungan perdagangan satu dengan lainnya.

Soal kunjungan Menlu Jerman, Heiko Maas ke Tehran, dan keterkaitan lawatan ini dengan implementasi mekanisme khusus transaksi perdagangan tiga negara Eropa dengan Iran atau INSTEX, Mousavi mengatakan, INSTEX sampai sekarang tidak mampu memenuhi tuntutan Iran, kecuali dalam perundingan Tehran disampaikan usulan baru.

Seputar kunjungan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe ke Iran, Abbas Mousavi menuturkan, lawatan PM Jepang ke Iran pasca 4 tahun, merupakan peristiwa bersejarah dan luar biasa, oleh karena itu kunjungan ini patut mendapat perhatian.

Sementara itu, berkenaan dengan sejumlah pemberitaan tentang permintaan Iran kepada Rusia untuk membeli sistem anti-rudal S-400, Jubir Kemenlu Iran menjelaskan, Iran tidak pernah menyampaikan permintaan pembelian rudal S-400 dari Rusia. (HS)