AS Dinilai tak Mampu Bentuk Konsensus Internasional Anti-Iran
-
Hossein Amir Abdollahian
Asisten khusus Ketua Majelis Syura Islam Iran (parlemen) mengatakan, Amerika Serikat berusaha membentuk konsensus internasional anti-Iran pasca insiden serangan ke kapal tanker di Teluk Oman, namun tidak akan berhasil.
IRIB (15/6/2019) melaporkan, Hossein Amir Abdollahian menganggap situasi kawasan saat ini adalah buah dari kebijakan Presiden Amerika Serikat dan beberapa sekutunya di kawasan Asia Barat (Timur Tengah).
Ia menuturkan, insiden serangan ke kapal tanker di Teluk Oman telah mengacaukan situasi kawasan sehingga mempersulit penjualan minyak, akan tetapi jelas siapa yang memanfaatkan kondisi ini.
Abdollahian menjelaskan, Presiden Amerika, Donald Trump ingin memanfaatkan sanksi terhadap Iran untuk memenangkan pemilu presiden mendatang di negara itu.
"Presiden Amerika tidak punya kemampuan untuk menyulut perang dengan Iran, ia hanya ingin mengancam Iran agar mau berunding," ujarnya.
Menurut Abdollahian, Amerika tidak ingin memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan paksaan dan melanjutkan langkah keliru Trump, Amerika dan sekutunya menderita kerugian besar.
Lawatan terbaru petinggi Jepang dan Eropa ke Iran, katanya, membawa pesan Trump. Inggris, Perancis dan Jerman dalam bingkai kebijakan propaganda medianya menentang keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir JCPOA, namun dalam praktik mereka tidak berbeda dengan Amerika. (HS)