Rahbar: Palestina Tetap Menjadi Masalah Terpenting Dunia Islam
-
Ayatullah Khamenei dan delegasi Hamas
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Senin pagi (22/07) dalam pertemuan dengan delegasi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menilai Palestina sebagai masalah pertama dan paling penting bagi dunia Islam.
Rahbar memuji perlawanan dan resisteni menakjubkan rakyat Palestina dan faksi-faksi Muqawama seperti Hamas dan menekankan, "Kemenangan tidak dapat diraih tanpa perlawanan dan perjuangan dan kami berdasarkan janji ilahi yang pasti terjadi meyakini bahwa masalah Palestina pasti berakhir dengan kemenangan rakyat Palestina dan dunia Islam."
Bangsa Palestina sampai sekarang tegar melawan segala konspirasi dan alasan perlawanan ini adalah harapan akan kemenangan dan percaya akan hakikat bahwa satu-satunya jalan pembebasan Palestina dari pendudukan musuh Zionis adalah melanjutkan perjuangan dan perlawanan serta harapan akan masa depan.
Sekalipun kelompok Muqawama hingga kini berhasil menggagalkan banyak rencana Zionis, tapi masalah Palestina sejatinya adalah jihad akbar demi merebut kembali hak historis sebuah bangsa.
Dari sini, menurut pandangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, masalah Palestina tetap berada di puncak masalah politik umat Islam dan semua berkewajiban untuk berjuang membebaskan dan menyelamatkan bangsa Palestina.
Dalam hal ini, Rahbar dalam pesannya menegaskan kembali bahwa Republik Islam Iran dalam masalah Palestina tidak sungkan dengan negara manapun di dunia seraya mengingatkan, "Salah satu sebab penting permusuhan dengan Republik Islam Iran adalah masalah Palestina, tapi segala permusuhan dan tekanan ini tidak menyebabkan Iran mundur dari sikapnya dalam masalah Palestina. Karena mendukung Palestina merupakan masalah keyakinan dan agama."
Patut disayangkan bahwa bangsa Palestina hari ini menghadapi konspirasi baru dari pihak Zionis dan Amerika Serikat bernama "Kesepakatan Abad" akibat adanya kelompok pengkhianat, lamban dan lemah di sebagian negara-negara Islam.
Majid Safataj, pakar masalah Palestina dalam menganalisa tujuan Amerika Serikat dalam bingkai proyek "Kesepakatan Abad" mengatakan, "Zionis Israel menginginkan agar hak kembali para pengungsi Palestina dihapus dalam rencana "Kesepakatan Abad". Arab Saudi juga memiliki keinginan yang sama seperti Amerika Serikat agar masalah ini segera menjadi kenyataan."
Rahbar dalam menjelaskan tujuan rencana jahat ini mengingatkan, "Tujuan dari konspirasi berbahaya ini adalah memusnahkan identitas Palestina dari setiap warga dan pemuda Palestina, dimana harus menghadapi poin asli ini dan jangan biarkan mereka menghancurkan identitas Palestina dengan menggunakan uang."
Menurut Ayatullah Khamenei, salah satu kelaziman keberhasilan perjuangan ini adalah mempertahankan sikap dengan kokoh, perlawanan dan merasa ada kemajuan sebagaimana yang disinggung oleh Ismail Haniyeh dalam suratnya.
Rahbar mengingatkan, "Di tahun-tahun sebelumnya, warga Palestina berjuang dengan menggunakan batu, tapi hari ini, sebagai ganti batu, mereka telah dipersenjatai dengan rudal presisi dan ini artinya merasa ada kemajuan."
Pesan Ayatullah Khamenei sejatinya telah menggambarkan dengan jelas akan jalan dan rute gerakan ini hingga kemenangan puncak serta menjelaskan kenyataan bahwa sejarah dapat terulang kembali. Karena berdasarkan Sunnatullah, kemenangan rakyat Palestina dan kembalinya tanah air suci ini ke pangkuan dunia Islam bukan merupakan masalah yang aneh dan tidak dapat terwujudkan.
Dalam menjelaskan kenyataan ini, Ayatullah Khamenei mengatakan, "40 tahun lalu tidak ada orang yang percaya di Iran yang menjadi pusat pengaruh dan harapan Amerika Serikat akan muncul sebuah pemerintahan agama yang mengganti kedutaan besar Zionis Israel dengan kedutaan besar Palestina, tapi masalah yang tidak dapat dipercaya ini terjadi juga. Dengan demikian, terwujudnya hal-hal yang tampaknya aneh merupakan hal yang mungkin."
Tidak diragukan lagi bahwa hari ini masalah Palestina bila dibandingkan dengan sebelumnya, Muqawama memiliki kapasitas dan kemampuan yang tinggi dalam menghadapi para penjajah, tegar menghadapi Zionis Israel dan tidak pernah mengizinkan rezim Zionis mencapai tujuan jahatnya. Sebagaimana yang ditekankan Pemimpin Besar Revolusi Islam, "Bila kita semua melaksanakan kewajiban kita, janji ilahi pasti terwujud."