Ketegaran Iran Melawan Tekanan Maksimum AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74342-ketegaran_iran_melawan_tekanan_maksimum_as
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan komandan IRGC Rabu (2/10) mengatakan, kebijakan tekanan maksimum AS terhadap Iran akan gagal dan sia-sia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 02, 2019 18:17 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamanei
    Ayatullah Khamanei

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ribuan komandan IRGC Rabu (2/10) mengatakan, kebijakan tekanan maksimum AS terhadap Iran akan gagal dan sia-sia.

Ayatullah Khamenei mengatakan, "Kubu imperialis mengklaim ingin menajdikan Iran sebagai negara normal yang sejalan  dengan kepentingan hegemoni mereka. Tetapi sejak awal pembentukannya, Republik Islam telah menentang sistem hegemoni. Oleh karena itu tidak akan pernah menyerah terhadap kubu arogan global dan pasti akan melanjutkan jalan revolusionernya."

Sejak kemenangan revolusi Islam, Amerika Serikat telah melancarkan berbagai konspirasi terhadap rakyat Iran baik dilakukan secara tertutup maupun terbuka hingga tekanan maksimal. Sepanjang empat dekade, segala macam cara telah ditempuh Washington, termasuk intervensi militer, merancang kudeta, mendukung rezim Saddam dalam perang yang dipaksakan, dan menciptakan rasa tidak aman di wilayah pinggiran Iran dengan mendukung kelompok-kelompok teroris, dan keluar dari JCPOA. 

AS terus menunjukkan permusuhannya kepada orang-orang Iran dengan memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam daftar kelompok-kelompok teroris. Padahal IRGC atau Sepah Pasdaran lahir dari rakyat Iran dan senantiasa berada bersama mereka dalam kondisi tersulit sekalipun. Pasdaran selama ini ini telah membuktikan perannya dalam memerangi unsur-unsur teroris, terutama ISIS dengan kemampuannya yang luas, dan spirit jihad yang tinggi. 

Masalah ini kembali disoroti Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pidato terbarunya hari Rabu. Rahbar menekankan bahwa permusuhan terhadap Pasdaran karena keberhasilan dan kemajuannya, dan kini kekuatan IRGC menjadi sorotan semua pihak, bahkan musuhpun mengakui peningkatan kekuatannya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung besarnya biaya yang dikeluarkan musuh, terutama AS di Afghanistan, Irak, dan Suriah. Ayatullah Khamenei mengatakan, "Mereka menciptakan ISIS dengan biaya yang sangat besar dan memberi mereka dukungan senjata, keuangan, hingga propaganda, dan kini ISIS musnah berkat perjuangan para pemuda Suriah, Irak dan Iran. Mereka berbohong dengan mengklaim 'Kamilah yang telah menghancurkan ISIS !"

 

Pertemuan Rahbar dengan para komandan IRGC

Rahbar menambahkan, presiden AS mengakui bahwa negaranya telah menghabiskan $7 triliun di kawasan, tetapi tidak menghasilkan apapun selain kerugian dan kekalahan dan tren ini akan terus berlanjut. 

"Faktanya kini saatnya era pemaksaan kebijakan hegemonik Amerika Serikat berakhir. Amerika Serikat sangat menyadari bahwa Iran memiliki peran strategis sebagai kekuatan regional, oleh karena itu strategi penyingkiran Iran dari perimbangan kekuatan regional telah lama gagal dan menemui jalan buntu," ujar Ayatullah Khamenei.

Analis politik Timur Tengah, 'Abdul Bari Atwan mengungkapkan, "...Trump berusaha untuk merusak stabilitas Iran, tetapi dia bermain dengan api, dan  api ini berkobar dengan provokasi Israel. Ironisnya, Arab Saudi dan beberapa negara lain justru yang mungkin terancam kebakaran."

Tujuan AS selama bertahun-tahun merusak peran regional Iran demi menghancurkan hubungan Iran di tingkat regional dan internasional, tetapi tidak akan pernah berhasil. Ayatullah Khamenei menyebut kebijakan tekanan maksimum AS terhadap Iran sebagai langkah yang gagal dan sia-sia, dan mengatakan bahwa pejabat AS mengira bisa membuat Iran bertekuk lutut dengan melancarkan tekanan maksimum, terutama di bidang ekonomi, tapi mereka menghadapi masalah.

Statemen terbaru Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran ini menunjukkan sebuah analisis komprehensif berdasarkan penilaian yang cermat terhadap dinamika regional, dan visi yang jelas tentang ketegaran Republik Islam Iran menghadapi kekuatan hegemoni global.(PH)