Zarif Sampaikan Inisiatif Perdamaian Teluk Persia
-
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif Kamis (10/10/2019) di sebuah artikelnya yang dimuat di Koran Financial Times menyampaikan inisiatif perdamaian Hormuz, dengan menggulirkan usulan penandatanganan perjanjian non intervensi dan agresi di kawasan Teluk Persia.
Seperti dilaporkan FNA, Mohammad Javad Zarif di artikelnya ini seraya menjelaskan bahwa untuk saat ini di negara-negara kawasan Selat Hormuz ada atmosfer ketidakpercayaan, permusuhan, konfrontasi dan perang mengingatkan, negara kawasan melalui kerjasama masing-masing dan penandatanganan perjanjian non intervensi dan non agresi akan mampu menghasilkan perdamaian, keamanan, stabilitas dan kesejahteraan bagi semua pihak.
Menlu Iran hari Kamis di artikelnya yang dimuat Koran al-Rai Kuwait kepada negara-negara kawasan Teluk Persia menjelaskan, keamanan berada di koridor kepercayaan dan bersandar pada rakyat, kemampuan nasional serta memperkokoh hubungan baik bertentangga dengan negara-negara kawasan lainnya.
Zarif di artikel ini seraya mengisyaratkan “Inisiatif Perdamaian Hormuz” yang digulirkan Presiden Iran Hassan Rouhani di Majelis Umum PBB mengatakan, inisiatif ini dengan partisipasi delapan negara kawasan seperti Arab Saudi, Irak, Oman, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain dan Republik Islam Iran memiliki kapasitas yang diperlukan dan cukup untuk merealisasikan keamanan komprehensif di kawasan melalui wacana internal kawasan.
Menlu Iran menjelaskan bahwa prakarsa ini bertumpu para prinsip-prinsip seperti komitmen terhadap tujuan dan prinsip PBB, niat baik bertetangga, menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, perbatasan internasional yang tidak dapat diganggu gugat, solusi damai setiap sengketa, penolakan ancaman, kekerasan atau berpartisipasi di setiap koalisi atau perjanjian melawan pihak lain serta non intervensi di urusan internal dan hubungan luar negeri masing-masing.
“Kesuksesan setiap prakarsa membutuhkan partisipasi seluruh anggota dan kepercayaan timbal balik,” papar Zarif. (MF)