Suriah, Poros Lobi Wakil Putin di Tehran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74808-suriah_poros_lobi_wakil_putin_di_tehran
Utusan khusus presiden Rusia di Tehran bertemu dan berunding dengan Sekretaris Tinggi Dewan Keamanan Nasional dan asisten khusus menteri luar negeri Iran untuk Suriah terkait transformasi terbaru Damaskus.
(last modified 2026-05-07T09:57:09+00:00 )
Okt 17, 2019 10:02 Asia/Jakarta
  • Ali Shamkhani dan Alexander Lavrentiev
    Ali Shamkhani dan Alexander Lavrentiev

Utusan khusus presiden Rusia di Tehran bertemu dan berunding dengan Sekretaris Tinggi Dewan Keamanan Nasional dan asisten khusus menteri luar negeri Iran untuk Suriah terkait transformasi terbaru Damaskus.

Ali Shamkhani Rabu (16/10/2019) sore saat bertemu dengan Alexander Lavrentiev seraya mengisyaratkan transformasi terbaru utara Suriah dan penentangan atas invasi militer Turki ke kawasan ini mengatakan, segala bentuk aksi yang memicu eskalasi instabilitas dan memasnya krisis di kawasan harus segera dihentikan.

Militer Turki

Iran dan Rusia bersama Turki sejak tahun 2014 memiliki kerja sama untuk menyelesaikan krisis Suriah dan dalam koridor ini dibentuk "Dialog Astana". Di koridor ini telah digelar berbagai perundingan terkait krisis Suriah dan transformasi politik dan lapangan negara ini diperbaiki serta diterapkan stabilitas dan keamanan relatif di Suriah.

Lobi ini selain dilakukan di tingkat Kemenlu, juga digelar di tingkat pemimpin Iran, Rusia dan Turki. KTT terbaru pemimpin tiga negara ini digelar di Ankara, Turki. Ketiga pemimpin negara ini senantiasa menekankan untuk menjaga integritas wilayah, independensi, kedaulatan nasional Suriah dan memerangi bersama kelompok teroris. Ini mengindikasikan kesuksesan Dialog Astana.

Dialog Astana sebuah usaha di luar keinginan Amerika dan di proses ini, transformasi politik dan lapangan Suriah berjalan di jalur semestinya dan perhatian terhadap pendekatan kolektif ini sebuah solusi tunggal bagi krisis Suriah dan langkah sepihak tidak akan membantu menyelesaikan krisis.

Meski pemerintah Turki memiliki kekhawatiran keamanan di perbatasan dengan Suriah, namun invasi militer sepihak dan serangan ke timur laut Suriah bukan solusinya. Solusi terbaik untuk menghapus kekhawatiran pemerintah Turki adalah langkah dalam koridor kerja sama kolektif dengan Suriah dan implementasi perjanjian Adana.

Sekaitan dengan ini, Fathollah Tavassoli, pakar isu-isu kawasan Asai Barat menjelaskan bahwa Turki memiliki dua kekhawatiran, pertama isu Kurdi dan kedua lalu lalang teroris dari perbatasan Suriah serta masuknya mereka ke Turki. "Sebelumnya telah terlihat mekanisme menjamin keinginan Turki, ada kesepakatan antara Suriah dan Turki untuk berkoordinasi menghadapi para teroris," katanya.

Langkah sepihak Turki bukan saja tidak membantu menghapus kekhawatiran negara ini, bahkan akan memperluas krisis di kawasan dan seluruh negara akan terancam. Kehadiran teroris di kawasan Asia Barat ancaman bagi semua negara, dan semua pihak harus membantu pemerintah Suriah melawan teroris.

Pemerintah Suriah, pemerintah sah dan diakui dunia internasional serta menjaga integritas wilayah, independensi dan kedaulatan nasionalnya sangat penting. Di kondisi seperti ini, sangat penting bagi pemerintah Turki melakukan operasinya bersama militer Suriah dan menghormati integritas wilayah Damaskus. (MF)