Iran Aktualita, 20 Oktober 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i74878-iran_aktualita_20_oktober_2019
Perkembangan Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting, di antaranya kunjungan PM Pakistan ke Iran dan pertemuannya dengan Rahbar.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 20, 2019 12:21 Asia/Jakarta
  • Rahbar, Rouhani dan Imran Khan
    Rahbar, Rouhani dan Imran Khan

Perkembangan Iran selama sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting, di antaranya kunjungan PM Pakistan ke Iran dan pertemuannya dengan Rahbar.

Isu lainnya adalah statemen Shamkhani tentang keamanan kawasan tanpa AS, Rouhani tekankan kegagalan konspirasi musuh, Zarif: Serangan ke Tanker Iran Dilakukan Beberapa Negara, Khatib Jumat Tehran: Pawai Arbain, Mimpi Buruk bagi Musuh.

Imran Khan dan Rahbar

Ayatullah Khamenei: Berakhirnya Perang Yaman Positif bagi Kawasan

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar mengatakan, Republik Islam Iran sejak lama sudah mengajukan proposal berisi empat usulan untuk mengakhiri perang Yaman. Menurutnya, jika perang ini berakhir dengan benar, maka dapat memberikan dampak positif bagi kawasan.

Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Ahad (13/10/2019) dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menilai hubungan Iran-Pakistan sangat dalam dan merakyat. Ayatullah Khamenei juga menekankan pentingnya upaya memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kerja sama bilatera dua negara.

Rahbar membawakan sejumlah contoh terkait hubungan erat dan merakyat bangsa Iran dan Pakistan, dan menjelaskan, pandangan Republik Islam Iran terhadap Pakistan adalah pandangan kepada seorang saudara dalam bertetangga.

Ia menambahkan, di tengah peluang besar ini, hubungan kedua negara harus lebih hangat dan lebih baik dari yang ada sekarang, dan keamanan perbatasan harus ditingkatkan serta proyek-proyek yang tertunda harus diselesaikan.

Ayatullah Khamenei mengapresiasi kepedulian pemerintah Pakistan atas terwujudnya perdamaian dan keamanan, dan menyebut kawasan Asia Barat sangat sensitif dan berbahaya.

Rahbar menekankan kewaspadaan semua pihak atas munculnya insiden, dan peran destruktif sebagian negara kawasan yang mendukung kelompok teroris di Irak dan Suriah, serta menyulut perang serta pertumpahan darah di Yaman.

Ia menerangkan, kami tidak punya rasa permusuhan sedikitpun dengan negara-negara ini, tapi mereka berada di bawah kendali Amerika Serikat, dan menjalankan kebijakan yang searah dengan keinginan Amerika untuk menyerang Iran.

Menurut Rahbar, Iran bukanlah pemicu perang, tapi jika ada yang memulai perang dengan Iran, maka ia pasti akan menyesal.

Sementara itu, PM Pakistan menyebut Iran dan Pakistan sebagai dua negara bersaudara. Ia mengatakan, kerja sama Tehran-Islamabad harus diperluas, dan terkait hubungan dengan Iran, kami punya program khusus, pasalnya Iran adalah mitra penting terutama di bidang perdagangan.

Ali Shamkhani

Shamkhani: Asia Barat akan lebih Aman tanpa AS

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran seraya mengisyaratkan pengakuan petinggi Amerika terkait kebodohan penempatan pasukan negara ini di kawasan Asia Barat menekankan, Asia Barat akan lebih aman tanpa kehadiran Amerika.

Presiden AS Donald Trump Rabu lalu di akun twitternya seraya membela penarikan pasukan negaranya dari utara Suriah menulis, Amerika seharusnya tidak bercokol di Timur Tengah.

Menurut laporan IRNA Senin (14/10/2019), Ali Shamkhani mengatakan, statemen transparan petinggi Amerika selama dua bulan lalu dan pengakuan bahwa penempatan pasukan Amerika di Asia Barat sebuah kebodohan mengindikasikan realita bahwa sebelumnya struktur kekuasaan di Amerika tidak memiliki keberanian untuk menerima dan mengungkapkannya.

Seraya mengisyaratkan kegagalan rencana AS di kawasan Asia Barat termasuk desintegrasi Timur Tengah, kesepakatan abad, perubahan pemerintahan Iran, menjadikan Arab Saudi polisi kawasan, perang Yaman, perdamaian Afghanistan dan krisis Suriah, Shamkhani menambahkan, penguasa AS menyadari masalah ini bahwa Washington dewasa ini dengan alasan apapun tidak memiliki sarana adi daya dan tak mungkin kembali ke era kejayaannya.

"Pengakuan sangan pahit, namun sebuah pelajaran untuk pemimpin Amerika, mendorong berbagai negara Asia Barat, bahkan kelompok yang selama bertahun-tahun menjadi tuan rumah Amerika, menyadari realita ini bahwa Asia Barat akan lebih aman tanpa Amerika," papar Shamkhani.

Presiden Iran Hassan Rouhani

Rouhani: Konspirasi Musuh untuk Merusak Iran, Gagal

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani seraya menjelaskan bahwa Iran dengan kewaspadaan, resistensi dan perlawanan telah melewati kondisi krisis mengatakan, konspirasi Amerika, rezim Zionis dan negara reaksioner kawasan untuk merusak Iran mengalami kegagalan.

Rouhani Senin (14/10/2019) sore di jumpa pers kepada wartawan dalam dan luar negeri seraya mengisyaratkan bahwa Amerika keluar dari kesepakatan nuklir karena represi kubu ekstrim dalam negeri, Israel dan Arab Saudi, mengingatkan, Republik Islam sampai saat ini telah melaksanakan tiga langkah penurunan komitmen di JCPOA dan jika pihak seberang tetap tidak menjalankan komitmennya, maka Tehran akan melaksanakan langkah berikutnya.

"Jika sanksi ilegal terhadap Iran dicabut, dan kondisi perundingan 5+1 siap, maka Tehran juga siap berunding dengan negara manapun," papar Rouhani.

Seraya menjelaskan bahwa isu regional harus diselesaikan oleh negara kawasan, Rouhani menekankan, seluruh negara kawasan dan dunia harus mengetahui bahwa pengobaran instabilitas di kawasan bukan represi terhadap Iran tapi tekanan terhadap keamanan dan ekonomi dunia.

Presiden Iran seraya mengisyaratkan penargetan kapal tanker Iran di dekat pantai Arab Saudi hari Jumat lalu, mengatakan, yang pasti adalah sebuah rezim dengan bantuan sejumlah negara lain melakukan hal ini dan setiap neagra yang melakukannya harus menunggu akibatnya.

Terkait upaya dan pengaturan Iran untuk mencegah berlanjutnya kondisi saat ini di utara Suriah, Rouhani menjelaskan, solus keamanan Turki dan penghapusan kekhawatirannya adalah penempatan pasukan Suriah di wilayah utara negara ini, namun invasi Turki ke wilayah Suriah bukan peristiwa menyenangkan dan harus diupayakan untuk melanjutkan dialog Astana.

Zarif: Serangan ke Tanker Iran Dilakukan Beberapa Negara

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, serangan terhadap kapal tanker Iran, SABITI dilakukan oleh salah satu negara. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, serangan ini dilakukan satu atau beberapa negara.

Mohammad Javad Zarif, Selasa (15/10/2019) menjelaskan, penyelidikan terkait serangan ini masih terus dilakukan, dan Republik Islam Iran tidak akan menuduh negara manapun sebelum hasil pasti penyelidikan diperoleh.

Ia menambahkan, serangan ke kapal tanker Iran adalah perbuatan sebuah negara pendukung satu negara lain.

Sebelumnya Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, yang jelas serangan ini dilakukan oleh sebuah rezim dengan bantuan beberapa negara, dan setiap negara yang terlibat harus menanggung akibatnya.

Kapal tanker Iran, SABITI, Jumat (11/10) di timur Laut Merah dua kali diserang dari jarak sekitar setengah jam dan mengalami kerusakan.

Hujatulislam Mohammad Javad Haj Ali Akbari

Khatib Jumat Tehran: Pawai Arbain, Mimpi Buruk bagi Musuh

Khatib Shalat Jumat kota Tehran menyebut pawai Arbain Imam Hussein as sebagai barisan para penuntut kebebasan dunia dalam menghadapi musuh. Menurutnya, pawai Arbain saat ini sudah berubah menjadi mimpi buruk bagi musuh.

Hujatulislam Mohammad Javad Haj Ali Akbari, Jumat (18/10/2019) mengapresiasi kerja keras pemerintah dan rakyat Irak dalam menyelenggarakan pawai akbar Arbain Imam Hussein dan menuturkan, ketika jutaan orang meneriakkan 'Labaik Ya Hussein' dalam pawai Arbain, maka tubuh kubu arogan bergetar.

Ia menegaskan, Arbain Imam Hussein, adalah sarana ampuh untuk mempercepat keruntuhan imperialisme global.

Menurut Haj Ali Akbari, logika Arbain Imam Hussein akan memenangkan Islam. Logika Arbain adalah perlawanan, harapan, perjuangan tak kenal lelah, kemenangan total, garis pemisah dengan musuh, keberanian dan kasih sayang para pecinta kemanusiaan.

Tanggal 20 Safar yang bertepatan dengan 19 Oktober 2019 adalah 40 hari kesyahidan Imam Hussein as dan sahabat setianya di Karbala, atau lebih dikenal dengan hari Arbain.