Sanksi Lembaga Pertahanan Iran dan Indikasi Kemarahan Gedung Putih
https://parstoday.ir/id/news/iran-i75460-sanksi_lembaga_pertahanan_iran_dan_indikasi_kemarahan_gedung_putih
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di statemennya mengecam langkah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan sejumlah komandan serta petinggi militer Republik Islam.
(last modified 2026-07-06T17:26:49+00:00 )
Nov 09, 2019 17:41 Asia/Jakarta
  • Sanksi AS terhadap Iran
    Sanksi AS terhadap Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di statemennya mengecam langkah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan sejumlah komandan serta petinggi militer Republik Islam.

Di statemen yang dirilis Jumat (08/11) dijelaskan bahwa sanksi terhadap angkatan bersenjata dan petinggi militer Iran yang selalu berada di front terdepan keamanan dan memberi kebanggaan kepada bangsa Iran di hadapan konspirasi dan aksi buruk front musuh, adalah alasan bagi kebenaran dan prestasi di jalan ini menjadi kebanggaan bangsa Iran serta umat Islam. Langkah ini menunjukkan keputusasaan dan kemarahan front musuh khususnya pemimpin tak berotak Gedung Putih.

Gedung Putih dalam langkahnya yang bertentangan dengan hukum internasional dan kemarahannya terhadap Iran, pada 4 November bersamaan dengan Hari Perlawasan terhadap Arogan Dunia, menjatuhkan sanksi baru terhadap angkatan bersenjata Iran.

Sanksi ini ditambahkan ke list sanksi Amerika terhadap Iran ketika angkatan bersenjata Iran baik militer maupun IRGC yang memiliki catatan gemilang selama era perang pertahanan suci serta selama bertahun-tahun pasca perang yang dipaksakan dengan baik menunjukkan mereka melawan setiap ancaman.

Meski salah satu tujuan Amerika dari sanksi ini adalah menutupi langkah pasif Gedung Putih di hadapan tekad dan kekuatan bangsa Iran. Meski demikian poin penting lainnya adalah tujuan Amerika fokus terhadap lembaga militer Iran sebagai target sanksi adalah melemahkan dan merusap peran angkatan bersenjata Iran di sektor pertahanan. Menurut perspektif ini, sanksi terhadap angkatan bersenjata Iran sebuah langkah yang fokus pada tiga tujuan:

Pertama: mendikte arus Iranopobia di kawasan dan internasional. Ini adalah kepentingan strategis bagi keberlanjutan intervensi dan aliansi militer AS di kawasan di mana mekanisme keamanan harus disediakan oleh negara-negara kawasan.

Kedua: menciptakan perpecahan keamanan di kawasan dengan menjauhkan negara-negara regional dari kerja sama pertahanan kolektif dengan Iran melalui alasan sanksi. Khususnya Iran telah menggulirkan rencana komprehensif demi keamanan di kawasan Teluk Persia.

Presiden Iran Hassan Rouhani di Sidang terbaru Majelis Umum PBB di New York menggulirkan prakarsa keamanan regional dengan tema inisiatif damai Hormuz atau "Aliansi Harapan".

Ketiga: AS melalui sanksi ini ingin membesar-besarkan domain sanksi. Sanksi seperti ini di masa lalu telah terbukti kegagalannya.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Bagheri dalam sebuah setatemennya di pertemuan terbaru dengan seluruh komandan dan petinggi IRGC menjelaskan, musuh memahami bahwa angkatan bersenjata Iran memiliki kesiapan dan tekad untuk melawan mereka serta tidak pernah ragu-ragu dalam membela cita-cita, tanah dan rakyatnya.

Peran Angkatan Bersenjata Iran dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan itu telah mengarahkan lembaga-lembaga pemikir strategis untuk mengevaluasi kekuatan militer Iran pada tingkat kekuatan strategis untuk menjaga keamanan.

Lembaga internasional riset strategis yang berpusat di London dalam laporan terbarunya mengakui, Iran pemain besar di kawasan di mana doktrin dan strateginya sesuai dengan realita dan hal-hal penting konfrontasi kontemporer.

Di laporan ini dijelaskan bahwa masalah ini telah memberi keunggulan strategis kepada Iran dan Tehran berubah menjadi kekuatan regional yang harus diperhitungkan oleh masyarakat internasional.

Amerika selama 41 tahun lalu telah menguji berbagai metode untuk mengembalikan Iran ke era sebelum kemenangan revolusi Islam dan menguasi kembali Iran, tapi mereka tetap gagal. Kini sanksi berulan ini juga sebuah perhitungan keliru yang tidak memiliki arti lain kecuali kebingunan dan rasa putus asa Amerika menghadapi Iran. (MF)