Iran Aktualita 22 Januari 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i77850-iran_aktualita_22_januari_2020
Dinamika Iran selama beberapa hari lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dengan pejabat urusan haji.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 22, 2020 08:23 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Dinamika Iran selama beberapa hari lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dengan pejabat urusan haji.

Selain itu, penegasan Presiden Iran mengenai peningkatan hubungan dengan berbagai negara dunia, kunjungan menlu Venezuela dan oman ke Tehran dan peringkat Iran di posisi keempat dunia bidang nanoteknologi.

 

Ayatullah Khamenei

Rahbar: Iran, Model Demokrasi Religius !

Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan pejabat urusan haji Iran hari Senin (20/1/2020) menyinggung urgensi pemanfaatan kesempatan haji untuk menyampaikan perkataan baru dari Republik Islam ke dunia sebagai sebuah model demokrasi religius.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei menekankan pentingnya masalah haji dari aspek politik, agama dan sosial. Rahbar mengatakan, "Meskipun banyak negara tidak menyadari pentingnya fungsi-fungsi  haji, tapi haji adalah titik mobilitas serius yang bersifat internasional dan banyak manfaatnya bagi umat Islam,".

Isu-isu penting yang diangkat dalam pidato Pemimpin Besar Revolusi Islam tentang haji berhubungan langsung dengan masalah sentral yang berpengaruh terhadap nasib dunia Islam.

Ibadah haji adalah pertemuan tahunan umat Islam terbesar. Di samping sebagai manifestasi dari penghambaan manusia kepada Tuhan, juga menyediakan kesempatan berharga untuk menyelesaikan berbagai masalah umat Islam.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, "Model demokrasi religius tidak dikenal di dunia. Menghadapi jutaan media propaganda yang saat ini beroperasi melawan Republik Islam, peluang haji dapat digunakan untuk menjelaskan model ini dan isu-isu penting lain seperti penyebab permusuhan AS dan logika bangsa Iran yang tidak bersedia menyerah,".

Permusuhan Amerika dan kubu arogan lainnya terhadap hakikat Islam, dengan melancarkan serangan ofensif dari politik, sosial, budaya, ekonomi, hingga keamanan yang brutal untuk mengintimidasi negara-negara Muslim, yang menunjukkan permusuhan mendalam mereka terhadap ajaran Islam. Dalam situasi sensitif tersebut, Muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji memiliki kesempatan sangat berharga untuk menyampaikan kebenaran Islam dan masalah utama dunia Islam, termasuk isu Palestina dan Yaman.

Penekanan Rahbar terhadap pentingnya dimensi politik haji sebenarnya merupakan tanda kebangkitan dan ketidaktundukkan menghadapi kubu arogan global. Kini, sikap bermartabat Republik Islam menarik perhatian publik dunia dan menginspirasi banyak negara yang tertindas.

Menurut Ayatullah Khamenei, penyebab kemarahan AS terhadap bangsa Iran menjadi daya tarik dari citra sebuah sistem independen yang berdiri melawan rezim intimidatif. Beliau juga menyinggung berbagai upaya adidaya arogan global untuk mencegah persatuan umat Islam, dengan menambahkan, "Umat Islam dalam arti sebenarnya adalah sebuah entitas yang bersatu dengan tekad dan tujuan yang sama, tapi hal ini belum terbentuk. Amat disayangkan yang muncul bukan seruan orang-orang yang perduli terhadap persatuan Islam, tapi fitnah, konflik dan perang di negara-negara Muslim,".

Dalam keadaan sensitif seperti itu, ibadah haji dengan tujuannya sebagai pemersatu, di samping memiliki dimensi spiritual dan manifestasi dari penghambaan kepada Allah swt, juga bisa membawa pesan penting dengan berfokus pada masalah dunia Islam, khususnya mengenai martabat umat Islam.

Keterlibatan dan kehadiran jahat AS di negara-negara Muslim dan kawasan serta konsekuensinya yang tidak menguntungkan juga merupakan masalah penting yang harus disampaikan dalam ibadah haji.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani

Iran Ingin Perluas Hubungan dengan Negara-Negara Dunia

Presiden Republik Islam Iran menekankan urgensitas perluasan kerja sama ekonomi, budaya dan sains dengan berbagai negara dunia.

Hassan Rouhani Selasa (21/01) saat bertemu dengan 13 duta besar baru negara ini untuk berbagai negara dunia sebelum mereka bertolak ke tempat tugasnya, meminta mereka selain mengenalkan kemampuan Iran kepada investor dan sektor swasta serta pemerintah di tempat tugasnya, juga menekankan mereka untuk berusaha memperluas, memperkokoh dan menguatkan hubungan di berbagai sektor dengan negara lain.

Para dubes baru Iran di Belgia, Swedia, Denmark, Belarusia, Armenia, Serbia, Afrika Selatan, Nigeria, Kazakhstan, Sri Lanka, Mauritania dan Kroasia memaparkan laporan terkait kondisi hubungan Iran dengan negara-negara tempat mereka bertugas di berbagai sektor, juga menekankan upaya dan keseriusan untuk memperluas hubungan ekonomi dan kerja sama di semua sektor Iran dengan negara lain.

 

Pertemuan Presiden Iran dan Menlu Venezuela

Rouhani Tekankan Perluasan Hubungan Iran-Venezuela

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menilai positif dan bersahabat hubungan Tehran-Caracas, dan menekankan pentingnya upaya pejabat Iran dan Venezuela untuk memperluas hubungan kedua negara.

Hassan Rouhani Selasa (21/01) saat bertemu dengan Menlu Venezuela Jorge Arreaza di Tehran mengatakan, "Republik Islam Iran siap memperluas hubungan dan kerjasamnya dengan Venezuela sebagai negara sahabat."

"Iran dan Venezuela dapat memperluas hubungan dan kerja samanya di seluruh sektor termasuk sektor pertambangan, energi, pembangunan pembangkit listrik dan kerja sama sains serta teknologi," papar Hassan Rouhani.

Presiden Iran juga memuji ungkapan simpati dan belasungkawa pemerintah dan rakyat Venezuela kepada rakyat Iran atas gugurnya Syahid Soleimani, dan mengatakan, gugurnya Letjen Qasem Soleimani menimbulkan penyesalan mendalam dan kemarahan bangsa Iran atas kejahatan Amerika serta membuat sedih pemerintah dan bangsa penuntut kebebasan dan independen di seluruh dunia.

Sementara itu, menlu Venezuela di kesempatan tersebut menyampaikan belasungkawa, simpati dan solidaritas pemerintah dan rakyat Venezuela kepada rakyat Iran atas gugurnya Jenderal Soleimani akibat aksi teror pemerintah Amerika, dan mengatakan, "Pastinya pemerintah dan bangsa independen melawan represi dan konspirasi musuh dan membela kepentingannya.".

 

 

Menlu Iran dan Venezuela

Menlu Oman Kunjungi Tehran

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif dan sejawatnya dari Oman, Yusuf bin Alawi bertemu di Tehran untuk membahas berbagai masalah, terutama perluasan hubungan kedua negara.

Mohammad Javad Zarif dan Yusuf bin Alawi Selasa (21/01) menekankan hubungan bersaudara, unggul dan strategis kedua negara serta membicarakan transformasi terbaru regional.

Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut kunjungan Menlu Iran ke Muscat baru-baru ini. Zarif pekan lalu juga berkunjung ke Oman untuk menghadiri peringatan kematian Sultan Qaboos, pemimpin negara ini yang telah mangkat serta bertemu dengan raja baru Oman, Sultan Haitham bin Tariq.

 

nanoteknologi

Iran Tempati Posisi Keempat Dunia di bidang Nanoteknologi

Ketua Asosiasi Nanoteknologi kedokteran Iran mengkonfirmasi pencapaian negara ini di posisi keempat dunia bidang nanoteknologi.

Mehdi Rezayat, ketua Asosiasi Nanoteknologi Kedokteran Iran Ahad (19/01) saat diwawancarai IRIB mengatakan, Iran untuk tahun ketiga berturut-turut mampu mempertahankan posisi keempat dunianya di bidang nanoteknologi.

"220 perusahaan berbasis pengetahuan Iran aktif di bidang nanoteknologi," papar Rezayat.

Sementara itu, Saeed Sarkar, sekretaris staf pengembangan nanoteknologi beberapa waktu lalu mengatakan, produksi nanoteknologi Republik Islam Iran diekspor ke 45 negara dunia.(PH)