Iran Aktualita, 28 Januari 2020
https://parstoday.ir/id/news/iran-i78067-iran_aktualita_28_januari_2020
Dinamika Iran selama beberapa terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya Rahbar mengirim pesan untuk sidang Asosiasi Pelajar Islam Eropa.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 28, 2020 10:35 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei
    Ayatullah Khamenei

Dinamika Iran selama beberapa terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya Rahbar mengirim pesan untuk sidang Asosiasi Pelajar Islam Eropa.

Isu lainnya mengenai peningkatan hubungan Iran dan Rusia, pernyataan Wapres Iran bahwa Republik Islam tidak mencari konflik regional, Iran tolak perundingan dengan AS, Zainab Soleimani bertemu Sekjen Hizbullah di Lebanon, Iran bersiap meluncurkan satelit baru ke orbit dan Iran berlakukan surat keterangan sehat untuk turis asal Cina yang akan memasuki negaranya.

 

Ayatullah Khamenei

Rahbar Kirim Pesan untuk Sidang Asosiasi Pelajar Islam Eropa

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dalam pesannya untuk sidang Union of Islamic Students Associations in Europe ke-54 mengatakan, tahun ini pertemuan Anda semua berlangsung di tengah peristiwa penting yang jika dilihat dari berbagai segi menunjukkan keagungan dan kredibilitas Republik Islam Iran dan rakyatnya yang revolusioner.

Ayatullah Ali Khamenei dalam pesannya yang dibacakan di Wina, Austria hari Sabtu (25/1/2020) menuturkan, kesyahidan demi kesyahidan, unjuk kekuatan militer, kehadiran luas rakyat, semangat kokoh dan tekad baja para pemuda, di samping ribuan aktivitas lain di bidang sains dan teknologi serta strategi agama dan spiritual di tengah mayoritas kaum muda Iran, semua melahirkan sebuah fenomena tunggal di dunia dewasa ini, fenomena yang dapat memberi pengaruh dalam dan determinan pada masa depan sejarah.

Rahbar menjelaskan, harapan terkait gerakan vital ini berada di pundak para ilmuwan muda yang bijak serta beriman, dan Anda dapat menjadi bagian yang terpilih dalam sejarah ini.

Pertemuan Union of Islamic Students Associations in Europe ke-54 dibuka secara resmi hari Sabtu (25/1) di Wina, Austria.

 

Presiden Iran dan Ketua Duma Rusia

Meski Ada Tekanan AS, Hubungan Iran-Rusia Terus Meningkat

Presiden Iran Hassan Rouhani, mengatakan hubungan Republik Islam dan Rusia terus berkembang meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Duma Rusia, Vyacheslav Volodin di Tehran, Senin (27/1/2020) sore.

Menurut Rouhani, parlemen berperan penting dalam pengembangan hubungan antar-negara dan ia berharap semua kesepakatan yang dicapai Iran dan Rusia di bidang investasi bersama dapat segera dilaksanakan.

"Hubungan trilateral Iran, Rusia, dan Cina serta pelaksanaan latihan militer bersama di Laut Oman juga merupakan indikasi dari tekad ketiga negara untuk memiliki hubungan yang lebih dekat," ujarnya.

Rouhani menganggap hubungan dengan negara-negara kawasan Eurasia sangat penting bagi Tehran. "Pemerintah Rusia memiliki kerja sama yang baik dalam perluasan hubungan bisnis Iran dengan negara-negara Eurasia," tambahnya.

Sementara itu, ketua Duma Rusia mengatakan hubungan baik Tehran dan Moskow merupakan hasil dari keputusan yang dibuat oleh pemimpin kedua negara.

"Kami percaya bahwa keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemerintah Rusia dan Iran harus dilaksanakan sehingga hubungan kedua pihak di berbagai bidang akan terus meningkat," kata Vyacheslav Volodin.

Mengacu pada pertemuan Komisi Tinggi Kerja Sama Parlemen Rusia-Iran, Volodin menuturkan agenda utama komisi ini adalah pengembangan hubungan bisnis kedua negara dan dengan meningkatkan frekuensi pertemuan, hasil-hasil yang lebih baik akan dicapai.

Volodin telah bertemu dengan Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani pada Senin pagi, dan kemudian mengikuti pertemuan Komisi Tinggi Kerja Sama Parlemen Rusia-Iran yang kedua.

 

Wapres Iran, Masoumeh Ebtekar

Wapres Iran: Republik Islam Tidak Mencari Konflik Regional

Wakil Presiden Iran Urusan Wanita dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar mengatakan, Republik Islam tidak mencari konflik di kawasan.

Masoumeh Ebtekar dalam pertemuan dengan Duta Besar Swedia untuk Iran, Peter Taylor di Tehran hari Sabtu (25/1/2020) menekankan urgensi perdamaian dan keamanan di kawasan.

"Jika terjadi instabilitas di kawasan, maka dunia juga akan terpengaruh. Contoh yang paling jelas adalah kemunculan kelompok teroris Daesh dan masalah pengungsi yang ditimbulkannya di seluruh dunia," ujar wapres Iran urusan wanita dan keluarga.

"Iran telah melakukan upaya besar untuk menumpas Daesh, dan pengorbanan tanpa henti dari Letjen Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam bisa dipandang sebagai upaya internasional untuk membasmi terorisme demi mewujudkan perdamaian dunia," tegas Ebtekar.

Sementara itu, Duta Besar Swedia untuk Iran dalam pertemuan tersebut menyinggung pembentukan mekanisme internasional untuk dialog dengan Republik Islam Iran, dan menekankan pentingnya mekanisme keuangan Instex.

 

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

Iran Tolak Perundingan Bilateral dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam sebuah pesan di akun Twitter-nya menulis, "Donald Trump masih memimpikan pertemuan bilateral untuk memenuhi hasratnya atas "Kesepakatan Trump." Ini adalah angan-angan."

"Satu-satunya wadah yang memungkinkan untuk perundingan adalah forum kelompok 5+1 dan kembali ke kondisi sebelum tahun 2012 serta memberikan kompensasi kepada Iran atas kerugian yang dideritanya," tegas Zarif pada Minggu (26/1/2020) seperti dikutip IRNA.

Hal ini disampaikan untuk menanggapi klaim Presiden Donald Trump di Twitter bahwa Iran siap berunding dengan AS, dengan syarat Washington membatalkan sanksi-sanksi.

"Washington tidak akan menerima syarat tersebut," kata Trump.

Dalam beberapa bulan terakhir, para pejabat Washington termasuk Trump, berulang kali menyatakan ingin berunding dengan Tehran.

Pemerintah AS keluar secara sepihak dari kesepakatan nuklir JCPOA, yang dicapai melalui perundingan panjang, dan kemudian mengembalikan sanksi nuklir terhadap Iran.

Tindakan sepihak Trump ini mengundang kecaman dari dalam negeri Amerika dan masyarakat internasional.

 

Zainad Soleimani dan Hassan Nasrullah

 

Zainab Soleimani Bertemu Sekjen Hizbullah di Lebanon

Zainab Soleimani, putri Letnan Jenderal Syahid Qasem Soleimani, bertemu dengan Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrullah pada hari Senin (27/1/2020).

Seperti dilaporkan televisi al-Manar, Sayid Nasrullah dalam pertemuan itu mengatakan, Allah Swt telah menganugerahkan jihad dan syahadah kepada Letjen Soleimani dan kehidupannya berakhir dengan bentuk yang paling indah.

Kamis lalu, Zainab juga menyampaikan pidato pada acara mengenang Syahid Soleimani, yang diselenggarakan oleh Organisasi Perempuan Hizbullah dan Lembaga Budaya Lebanon di kota Dahieh, pinggiran Beirut.

"Musuh tidak senang dengan para pemuda Islam yang berani, tapi mereka tidak akan pernah mencapai tujuan jahatnya," ujar Zainab dalam pidatonya.

Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan teroris AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari lalu.

Banyak negara dan lembaga-lembaga dunia mengecam tindakan terorisme Amerika.

 

satelit zafar

 

Iran Bersiap Luncurkan Satelit Baru ke Orbit

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi mengatakan Imam Khomeini Space Center Iran sedang bersiap untuk mengirim satelit Zafar ke orbit bumi.

Seperti dilansir IRNA, Azari-Jahromi via akun Twitter-nya pada Senin (27/1/2020) malam, menulis, "Jadwal pengiriman lima satelit lain milik Iran juga telah rampung disusun."

Sebelum ini akun Twitter, National Public Radio (NPR) Amerika menyatakan bahwa Iran siap meluncurkan satelit ke orbit. NPR juga memposting foto satelit Zafar di akunnya.

Pekan lalu, Azari-Jahromi mengatakan bahwa Iran memiliki enam satelit yang siap diluncurkan ke orbit.

AS dan beberapa sekutunya selalu berusaha memonopoli teknologi canggih dan menggunakan segala cara untuk menghambat kemajuan negara-negara independen.

 

Bandara Internasional Imam Khomeini Tehran

 

Masuk Iran, Warga Cina Harus Tunjukkan Keterangan Sehat

Deputi Menteri Kesehatan Iran mengatakan sampai saat ini Iran belum mencapai status darurat sehubungan dengan penyebaran virus Corona. Menurutnya, warga Cina yang masuk ke Iran harus menunjukkan surat keterangan sehat.

Alireza Raeisi, Senin (27/1/2020) menuturkan, kontrol perbatasan berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan untuk mencegah masuknya virus Corona sedang dilakukan di Iran, dan petugas dari Kemenkes Iran melakukan pemeriksaan dan skrining kesehatan di bandara-bandara.

Raeisi menjelaskan, setiap penerbangan dari Cina membawa 220-270 penumpang, dan orang-orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona dibawa dengan ambulans, lalu dikarantina.

"Bahan makanan yang dibawa warga Cina dilarang masuk ke Iran, karena penyebab pertama tersebarnya virus ini, makanan," ujarnya. 

Menkes Iran Saeed Namaki menjelaskan, sampai sekarang belum ditemukan kasus infeksi virus Corona di Iran, dan untuk meningkatkan kontrol, kami meminta warga Cina, sebelum mendapatkan visa masuk ke Iran, untuk mengurus surat keterangan sehat.(PH)