Rabiei: Iran Transparan dalam Penanganan Virus Corona
-
Juru bicara pemerintah Republik Islam Iran Ali Rabiei.
Juru bicara pemerintah Republik Islam Iran Ali Rabiei mengatakan, Iran adalah salah satu negara yang paling transparan terkait dengan virus corona (COVID-19) dan menggunakan semua kapasitasnya untuk menyediakan layanan kepada rakyatnya, tetapi beberapa negara mengorbankan kesehatan warganya untuk keuntungan ekonomi dan tujuan politik.
"Republik Islam Iran sangat transparan tentang kasus virus corona dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama bagi pemerintah," kata Rabiei dalam konferensi pers pada hari Senin (2/3/2020).
Dia menambahkan, setelah menghadapi virus corona, kami akan meningkatkan kesehatan penduduk Iran.
"Seperti penyakit epidemi lainnya, virus corona adalah ancaman global. Lebih dari 60 negara telah terkena dampaknya. Republik Islam Iran adalah salah satu negara yang paling transparan terkait virus ini dan menggunakan semua kapasitasnya untuk menyediakan layanan kepada rakyatnya," jelasnya.
Ali Rabiei menekankan bahwa Iran tidak mengorbankan kesehatan rakyatnya demi keuntungan ekonomi.
"Kami dengan cepat mendapatkan kembali kendali setelah guncangan awal. Dalam menanggapi fenomena ini, pemerintah telah memenuhi tugasnya untuk melindungi warga, dan apa yang menjadi prioritas utama kami adalah kehidupan masyarakat. Dengan kemitraan publik, kami akan berhasil mengalahkan virus ini" tegasnya.
Jubir pemerintah Iran menuturkan, keputusan perlindungan diambil untuk mengurangi tekanan terhadap masyarakat dan informasi rinci akan dirilis.
"Asuransi kesehatan diwajibkan untuk menutupi biaya perawatan warga yang terinfeksi virus ini," ujarnya.
Menurut Rabiei, penghapusan larangan impor dan penghapusan keuntungan komersial serta pemberlakuan pembatasan ekspor adalah langkah-langkah lain yang telah diputuskan pemerintah setelah menghadapi virus corona .
Kementerian Kesehatan Republik Islam Iran mengumumkan bahwa hingga hari ini, Senin (2/3/2020) siang, 291 pasien yang terinfeksi virus corona sembuh dan telah pulang dari rumah sakit.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Islam Iran Alireza Raisi kepada wartawan pada hari Senin mengatakan, hingga hari ini, 1501 orang positif terinfeksi virus corona.
"Sayangnya hingga saat ini, 66 pasien yang terinfeksi virus corona di Iran meninggal dunia," pungkasnya.
Wabah virus Corona ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.
Virus ini telah menyebar ke berbagai negara dunia. Menurut data terbaru, setidaknya lebih dari 89.700 orang telah terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia.
Lebih dari 44.800 orang berhasil sembuh dan lebih dari 3.060 lainnya meninggal dunia. (RA)