37.000 Paket Sembako telah Dibagikan di Shiraz
https://parstoday.ir/id/news/iran-i81038-37.000_paket_sembako_telah_dibagikan_di_shiraz
Moghavemat-e Basij Bahghiyatallah Shiraz menyiapkan 10.000 paket sembako di Kompleks Haram Sayid Alaeddin Husein as Shiraz, Selasa pagi, 5 Mei 2020.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 05, 2020 19:35 Asia/Jakarta
  • 37.000 Paket Sembako Dibagikan di Shiraz.
    37.000 Paket Sembako Dibagikan di Shiraz.

Moghavemat-e Basij Bahghiyatallah Shiraz menyiapkan 10.000 paket sembako di Kompleks Haram Sayid Alaeddin Husein as Shiraz, Selasa pagi, 5 Mei 2020.

Paket-paket sembako tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan terutama mereka yang mengalami kesulitan akibat penyebaran virus Corona, COVID-19.

Hingga hari ini, 37.000 paket sembako telah dibagikan kepada berhak yang mendapatkannya. Ini adalah bagian dari program bantuan nasional kepada masyarakat di Republik Islam Iran.

Penyebaran virus Corona di Iran telah menimbulkan beragam persoalan bagi masyarakat, terutama masalah ekonomi bagi warga yang pendapatannya kecil.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour mengatakan, pasien COVID-19 yang sembuh meningkat dan hingga sekarang 80.475 pasien virus ini telah sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit.

"Sejak Senin siang hingga hari ini (Selasa siang), berdasarkan hasil tes laboratorium, ada 1.323 pasien baru yang terinfeksi virus Corona, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi virus ini menjadi  99.970 orang," kata Jahanpour, Selasa, (5/5/2020) siang.

Dia menambahkan, sayangnya selama 24 jam lalu, 63 pasien yang terinfeksi Covid-19 di Iran meningal dunia, sehingga jumlah total yang meninggal dunia hingga sekarang mencapai 6.340 orang. Sementara 2.685 pasien dalam kondisi kritis.

Virus Corona telah menyebar ke berbagai negara dan jumlah korban jiwa akibat virus ini di seluruh dunia hingga Selas pagi, 5 Mei 2020 telah mencapai 251.505 orang.

Lebih dari 3.584.329 orang terinfeksi COVID-19 dan 1.163.068 dari mereka telah sembuh. Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

AS berada di urutan pertama yang memiliki kasus terbanyak terkait dengan virus Corona. 1.180.332 warga Amerika terinfeksi COVID-19, dan 68.920 dari mereka meninggal dunia.

Spanyol berada di urutan kedua. 218.011 warga negara ini tertular COVID-19, dan 25.428 dari mereka meninggal dunia. Negara berikutnya adalah Italia. 211.938 warga negara ini terinfeksi virus Corona dan 29.079 dari mereka meninggal dunia.

Negara-negara berikutnya yang memiliki kasus terbanyak COVID-19 adalah Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Turki, Brazil, Iran dan Cina. (RA)