Deplu Iran: Kekerasan, Jawaban AS bagi Seruan Keadilan
-
George Floyd
Departemen Luar Negeri Iran seraya mengisyaratkan pembantaian warga kulit hitam oleh polisi Amerika, menyebut kekerasan sebagai jawaban negara ini terhadap tuntutan keadilan.
Deplu Iran Rabu (27/05/2020) saat merespon pembunuhan seorang warga kulit hitam lain oleh polisi Amerika di akun Twitternya menulis, enam tahun pasca permohonan Eric Garner yang mengatakan "Saya tidak bisa bernafas", kali ini George Floyd, seorang warga kulit hitam lainnya meninggal dunia setelah ditangkap tanpa belas kasihan dan tak berperikemanusiaan.
Deplu Iran menjelaskan, sepertinya kekerasan polisi Amerika terhadap etnis kulit hitam tidak mengenal batas dan seperti biasanya, jawaban Amerika atas tuntutan dijalankannya keadilan malah mendorong kekerasan lebih besar.
Seorang perwira kulit putih Amerika Senin (25/05/2020) membunuh seorang warga kulit hitam di kota Minneapolis di negara bagian Minnesota.
Menurut laporan selama empat bulan pertama tahun 2020, lebih dari 200 warga Amerika meninggal akibat kekerasan polisi negara ini.
Biasanya pengadilan Amerika tidak menvonis bersalah polisi yang melakukan kejahatan terhadap etnis kulit hitam atau menjatuhkan hukuman berat kepada mereka. (MF)