Mousavi: AS Menyalahgunakan Mekanisme DK-PBB
https://parstoday.ir/id/news/iran-i84144-mousavi_as_menyalahgunakan_mekanisme_dk_pbb
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyinggung upaya Amerika Serikat untuk memperpanjang embargo senjata Republik Islam seraya mengatakan, "AS menyalahgunakan mekanisme Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa."
(last modified 2026-03-28T18:01:20+00:00 )
Aug 10, 2020 20:03 Asia/Jakarta
  • Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyinggung upaya Amerika Serikat untuk memperpanjang embargo senjata Republik Islam seraya mengatakan, "AS menyalahgunakan mekanisme Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa."

Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kemenlu Iran hari Senin (10/08/2020) dalam konferensi pers mengatakan bahwa rancangan resolusi baru AS tentang perpanjangan embargo senjata terhadap Iran akan dipresentasikan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB besok.

"Langkah ini sebelum bersifat anti Iran, telah menjadi tindakan anti mekanisme internasional dan Dewan Keamanan PBB," ujar Mousavi.

Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Mousavi mengatakan bahwa Amerika Serikat ingin menghancurkan atau menaklukkan Dewan Keamanan PBB.

"Anggota Dewan Keamanan harus berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap Amerika, dan bahwa tindakan AS mungkin akan gagal dengan perhatian para anggotanya," jelas Jubir Kemenlu Iran.

Jubir Kemenlu Iran berbicara soal peran Arab Saudi terkait dikeluarkan dan ditandatanganinya surat baru-baru ini oleh dari Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk Persia (PGCC) kepada Dewan Keamanan. Menurutnya, berdasarkan berita yang dapat dipercaya, beberapa anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia tidak mengetahui isi surat itu.

Mengacu pada proposal Iran sebelumnya untuk bekerja sama dengan negara-negara sekitar Teluk Persia, Mousavi menambahkan, "Iran mengatakan kepada negara-negara yang telah menyatakan keprihatinan tentang pencabutan embargo senjata bahwa Anda telah mengubah kawasan itu menjadi gudang senjata dan amunisi, dan ini adalah langkah Anda untuk bermanis muka kepada Amerika Serikat."

Terkait dengan klaim para pejabat Washington soal intervensi Tehran dalam pemilu presiden AS, Mousavi mengatakan, "Ini adalah klaim Amerika yang konyol karena Iran tidak terlalu memperhatikan individu AS, arus dan partai internal, tetapi pada perilaku, tindakan dan karakter mereka serta interaksi mereka dengan Republik Islam Iran."