Ghalibaf: Perkokoh Multilateral Keharusan Rekonstruksi Dampak Corona
https://parstoday.ir/id/news/iran-i84457-ghalibaf_perkokoh_multilateral_keharusan_rekonstruksi_dampak_corona
Ketua Parlemen Republik Islam Iran menyebut pengokohan multilateralisme dan komitmen bertanggung jawab sebagai keharusan masyarakat internasional untuk merekonstruksi kerusakan yang ditimbulkan pandemi Corona.
(last modified 2026-03-13T19:05:15+00:00 )
Aug 20, 2020 12:29 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf
    Mohammad Bagher Ghalibaf

Ketua Parlemen Republik Islam Iran menyebut pengokohan multilateralisme dan komitmen bertanggung jawab sebagai keharusan masyarakat internasional untuk merekonstruksi kerusakan yang ditimbulkan pandemi Corona.

Mohammad Bagher Ghalibaf Rabu (19/8/2020) di hari pertama konferensi internasional ketua parlemen negara-negara dunia yang digelar melalui video konferensi pada 19-20 Agustus 2020 mengingatkan, Republik Islam Iran seperti negara dunia lainnya tengah berjuang melawan wabah Corona, namun untungnya berkat pemerintahan yang efektif, kuat dan sehat serta meski disanksi oleh Amerika, berhasil meraih banyak prestasi di kasus ini.

Seraya menjelaskan bahwa Inter-Parliamentary Union (IPU) sejak saat ini harus menyusun program dan langkah serius untuk merekonstruksi dunia pasca Coroan, Ghalibaf mengungkapkan, dalam perencanaan apa pun, dukungan efektif dari parlemen nasional dalam mengalokasikan anggaran dan langkah-langkah pendukung lainnya harus melampaui penguatan tujuan pemerintah dan mencakup LSM, media, sektor swasta, dan kelompok rentan.

"Parlemen dunia dengan memanfaatkan pengalaman manajemen sulit di masa pandemi Corona melalui mekanisme baru nasional harus menciptakan jalur baru khususnya terhadap negara-negara yang menghadapi sanksi ilegal dan sepihak," papar Ghalibaf.

KTT IPU kelima yang digelar setiap lima tahun sekali dan atas kolaborasi PBB dan IPU, tahun ini digelar melalui video konferensi dan Austria menjadi tuan rumah.

Agenda KTT yang dihadiri 130 negara dunia ini biasanya berkaitan dengan PBB dan isu pembangunan berkesinambungan, perubahan iklim, pandemi Corona, isu migran, membangun kemampuan perempuan, meningkatkan partisipasi pemuda di penentuan kebijakan serta hasil finalnya akan membantu kinerja PBB. (MF)