Sidang Dewan Keamanan, Panggung Keterisolasian AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i84655-sidang_dewan_keamanan_panggung_keterisolasian_as
Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut tujuan AS adalah menghancurkan perjanjian JCPOA dan menekankan bahwa sidang Dewan Keamanan sekali lagi menunjukkan isolasi AS dalam perjanjian ini dan Resolusi 2231.
(last modified 2026-03-25T17:27:08+00:00 )
Aug 26, 2020 14:45 Asia/Jakarta
  • Perwakilan Tetap Iran di PBB
    Perwakilan Tetap Iran di PBB

Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut tujuan AS adalah menghancurkan perjanjian JCPOA dan menekankan bahwa sidang Dewan Keamanan sekali lagi menunjukkan isolasi AS dalam perjanjian ini dan Resolusi 2231.

Pada sidang Dewan Keamanan PBB tentang Timur Tengah (Asia Barat) dan Palestina Selasa kemarin (25/08/2020), Rusia dan Cina meminta kepada Ketua Dewan Keamanan menginformasikan tentang pertemuan bilateral yang dilakukan dengan anggota Dewan Keamanan dan tentang surat AS untuk mengaktifkan mekanisme pemicu.

Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang juga menjabat sebagai ketua periodik Dewan Keamanan, menjawab, "Mengingat penolakan mayoritas anggota Dewan Keamanan terhadap permintaan AS, tidak ada tindakan lebih lanjut yang dapat diambil terkait masalah ini."

Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa

Menurut laporan IRNA hari Rabu (26/08/2020), Wakil Tetap Iran di PBB dalam sebuah pernyataan menjelaskan, anggota-anggota Dewan Keamanan telah menjelaskan bahwa Amerika Serikat bukanlah pihak dalam perjanjian JCPOA setelah menarik diri darinya. Oleh karena itu, AS tidak lagi memiliki hak untuk memulai proses pemulihan sanksi Dewan Keamanan terhadap Iran.

Menekankan bahwa sikap Iran dalam menghadapi upaya AS selalu jelas, pernyataan itu menambahkan, "Tehran yakin bahwa anggota Dewan Keamanan akan mencegah tindakan destruktif AS dalam melemahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa."

Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mencatat bahwa hampir semua masalah di Timur Tengah (Asia Barat) bersumber dari berlanjutnya pendudukan Palestina oleh rezim Israel dan kebijakan ekspansionisnya, yang juga didukung oleh Amerika Serikat.

Delegasi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menekankan dalam pernyataannya, "Kebijakan intervensionis dan destabilisasi AS serta tindakan destruktif tidak dapat ditutupi oleh kampanyenya yang memalukan."