Ghalibaf: Jika Ingin Pecahkan Masalah, Irak harus Usir Pasukan AS
-
Pertemuan ketua Parlemen Iran dan melu Irak di Tehran.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan serangan AS terhadap Syahid Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhaddis – para pahlawan perang melawan terorisme – sebagai penghinaan terhadap kedaulatan dan pelanggaran atas kemerdekaan Irak.
Dia mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein di Tehran pada Sabtu (26/9/2020) sore.
"Kedaulatan, keamanan, independensi, dan persatuan Irak selalu menjadi penekanan Iran. Republik Islam senantiasa mendukung Irak sebagai sebuah negara Islam dan tetangga yang penting," ujar Ghalibaf.
"Masalah menciptakan perdamaian dan keamanan di Irak dan kawasan menjadi perhatian utama Republik Islam," tambahnya.
Menurut ketua Parlemen Iran, satu-satunya jalan keluar atas persoalan yang ada di Irak adalah mengusir pasukan Amerika dari negara itu.
Berbicara tentang normalisasi hubungan Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan rezim Zionis, Ghalibaf menandaskan dunia Islam tidak boleh berdiam diri atas kasus ini, karena isu Palestina merupakan prioritas pertama umat Islam.
Sementara itu, menlu Irak menekankan pentingnya memperkuat hubungan Tehran dan Baghdad dengan memperhatikan kepentingan bersama politik dan ekonomi antara kedua negara.
Mengacu pada perkembangan regional dan internasional, Fuad Hussein berharap agar Iran tetap mendukung Irak seperti di masa lalu.
"Rakyat, parlemen, dan pemerintah Irak berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan kemerdekaan negaranya," tegasnya mengacu pada jadwal penarikan pasukan AS dari Irak. (RM)