Kontribusi Iran untuk Perdamaian di Afghanistan
-
Iran dan Afghanistan.
Afganistan sudah lama menderita akibat perang, pertumpahan darah, dan terorisme. Namun, pertanyaan penting adalah bagaimana cara membantu Afghanistan dan peran apa yang bisa dimainkan oleh para tetangganya?
Sebelum bergerak membantu Afghanistan, ada baiknya terlebih dulu mencari penyebab dan akar masalah serta cara mengatasinya. Ada dua isu penting dan strategis dalam hal ini. Pertama, upaya untuk menghentikan kekerasan dan perang dengan pendekatan dialog untuk mencapai perdamaian. Kedua, pentingnya bantuan yang berkelanjutan untuk perekonomian dan mata pencaharian rakyat Afghanistan.
Dalam konteks ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi bertemu dengan Utusan Khusus PBB untuk Urusan Afghanistan, Deborah Lyons di Tehran pada hari Minggu (8/11/2020).
Araghchi menilai persoalan yang dihadapi rakyat Afghanistan sebagai akibat dari pendekatan yang salah dan kebijakan sepihak pemerintah Amerika Serikat terkait proses perdamaian.
Dia menekankan perlunya menjaga pencapaian rakyat Afghanistan dalam dua dekade terakhir, terutama konstitusi dan sistem demokrasi, serta pentingnya memperhatikan hak-hak minoritas etnis dan agama dan hak-hak perempuan selama pembicaraan damai.
Perwakilan Khusus Menlu Iran untuk Urusan Afghanistan, Mohammad Ebrahim Taherianfard dalam pertemuan dengan Deborah Lyons, mengatakan Republik Islam memandang perdamaian dan keamanan Afghanistan sebagai perdamaian dan keamanannya sendiri.
“Iran mendukung proses perdamaian di Afghanistan yang dipimpin oleh orang-orang Afghanistan,” tegasnya.
Iran tidak hanya mendukung pembicaraan damai di Afghanistan, tetapi juga berperan penting dalam melaksanakan sejumlah proyek infrastruktur, jalur transportasi, dan kegiatan perdagangan.
Republik Islam menyediakan fasilitas untuk membantu ekonomi dan pendapatan Afghanistan, termasuk akses mudah ke perairan internasional dan India melalui pelabuhan strategis Chabahar. Peresmian jalur kereta api Khaf-Herat dalam beberapa hari mendatang dan membangun koneksi jalur kereta api Iran-Afghanistan adalah bagian dari langkah penting lainnya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.
Iran juga siap untuk menghubungkan jalur pipa gas dan produk olahan minyak ke Afghanistan sehingga memudahkan rakyat negara itu dalam memanfaatkan energi.
Dalam pertemuan di Tehran, Deborah Lyons juga menekankan pentingnya melaksanakan proyek ekonomi untuk mengembangkan infrastruktur Afghanistan dan membantu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Menurutnya, semua kapasitas yang ada perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan kerja sama tersebut.
Analis masalah internasional dari Iran, Nozar Shafiei mengatakan bahwa pandangan Iran tentang Afghanistan berorientasi pada pembangunan. Pembangunan yang mencakup beberapa aspek yaitu berkontribusi pada stabilitas politik dan keamanan di Afghanistan serta berkontribusi pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Afghanistan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa landasan kebijakan Iran dalam berurusan dengan tetangganya didasarkan pada upaya yang mengarah pada perdamaian permanen, ketenangan, dan pembangunan ekonomi di kawasan, termasuk Afghanistan.
Sebagaimana twit Menlu Iran Mohammad Javad Zarif baru-baru ini bahwa dialog adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik dan ketegangan. Dia juga menyinggung kekalahan Donald Trump dalam pemilu presiden AS dengan berkata, “Trump pergi, sementara kami dan para tetangga kami tetap eksis.” (RM)