Iran dan Rusia Tekankan Penguatan Hubungan Bilateral
https://parstoday.ir/id/news/iran-i95088-iran_dan_rusia_tekankan_penguatan_hubungan_bilateral
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan balasan presiden Rusia kepada surat Pemimpin Besar Revolusi Islam mengindikasikan tekad kedua pemimpin untuk meningkatkan hubungan bilateral.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Apr 14, 2021 17:53 Asia/Jakarta
  • Sergei Lavrov (kiri) dan Mohammad Bagher Ghalibaf bertemu di gedung Parlemen Republik Islam Iran di Tehran.
    Sergei Lavrov (kiri) dan Mohammad Bagher Ghalibaf bertemu di gedung Parlemen Republik Islam Iran di Tehran.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan balasan presiden Rusia kepada surat Pemimpin Besar Revolusi Islam mengindikasikan tekad kedua pemimpin untuk meningkatkan hubungan bilateral.

Hal itu disampaikan Ghalibaf dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Tehran, Rabu (14/4/2021) seperti dilansir kantor berita IRIB.

"Pergantian kepemimpinan di Amerika Serikat tidak akan berpengaruh pada pendekatan dan keputusan Iran-Rusia dalam pengembangan hubungan bilateral yang komprehensif," ujarnya.

Menurut Ghalibaf, balasan Presiden Vladimir Putin kepada surat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran adalah indikasi bahwa para pemimpin tertinggi kedua negara sepakat tentang pengembangan hubungan bilateral.

Ghalibaf lebih lanjut mengatakan, kita harus mempertahankan kerangka kesepakatan nuklir JCPOA, tetapi AS juga harus memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian ini, dan kemudian Iran juga akan memverifikasi pencabutan sanksi secara penuh.

"Ini adalah posisi Republik Islam Iran yang tegas dan jelas," kata Ghalibaf.

Berbicara tentang aksi sabotase rezim Zionis di instalasi nuklir Natanz, dia menekankan insiden ini harus dikecam oleh semua negara, terutama kelompok 4+1, di mana kelompok ini harus mengambil sikap yang transparan, tetapi Iran memiliki hak untuk membalas tindakan tersebut.

Dalam pertemuan itu, Sergei Lavrov mengatakan surat Pemimpin Besar Revolusi Islam mendukung penandatanganan kesepakatan komprehensif antara Rusia dan Iran.

"AS harus kembali memenuhi kewajiban kesepakatan nuklir secara penuh dan tanpa syarat serta melaksanakan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB," imbuhnya.

Rusia, kata Lavrov, menentang unilateralisme Amerika Serikat. (RM)