Urgensitas Partisipasi Rakyat di Pemilu Menurut Rahbar
-
Pilpres di Iran
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menekankan, Republik di pemerintahan Islam akan terealisasi melalui partisipasi rakyat, dan jika partisipasi di pemilu rendah maka musuh menemukan kesempatan untuk menunjukkan arogansinya.
Ayatullah Khamenei Rabu (16/6/2021) sore di pidato televisinya menjelaskan urgensitas pemilu presiden dan mengatakan, “Presiden yang akan dipilih hari Jumat (18/6/2021), jika dipilih dengan suara tinggi rakyat, akan menjadi presiden yang kuat dan mampu melakukan perbuatan besar.”
Menurut ideologi Imam Khomeini ra, cita-cita Revolusi Islam dan Konstitusi adalah pemilu untuk merealisasikan demokrasi di pemerintahan demokratis Iran dan juga prinsip serta sendi-sendi Republik di pemerintahan Islam.
Pemilu di Iran, lebih dari komponen kekuasaan lainnya, memiliki tempat yang unik dalam meningkatkan otoritas Iran Islami dan mempertahankan republik dalam pemerintahan Islam. Rahasia kelanggengan Republik Islam adalah dukungan dan partisipasi maksimal rakyat dalam kancah politik yang krusial, khususnya pemilihan presiden.
Dukungan rakyat bagi setiap pemerintahan di dunia adalah kekuatan yang tidak pernah kalah dalam melawan konspirasi kekuatan arogan. Oleh karena itu, setelah kemenangan Revolusi Islam di Iran, permusuhan terhadap pemerintahan ini mulai muncul.
Musuh Revolusi Islam selama 42 tahun lalu, dengan berbagai metode berusaha melemahkan partisipasi rakyat di berbagai kancah politik dan dukungan mereka terhadap Republik Islam, namun seperti yang ditekankan Rahbar rakyat seperti biasanya bertindak berseberangan dengan keinginan musuh.
Kebersamaan rakyat dengan pemerintahan Republik Islam selain menciptakan kekuatan nasional, juga sebuah dukungan kuat untuk membentuk pemerintahan solid, sehingga dengan mudah mampu memajukan pekerjaan mereka khususnya di sektor ekonomi.
Dukungan maksimum rakyat terhadap kebijakan pemerintah, akan menciptakan langkah yang baik dengan dukungan rakyat dan mampu menyelesaikan kesulitan negara dengan partisipasi rakyat, dan bahkan represi politik dan ekonomi asing dapat dipatahkan.
Sekaitan dengan ini, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, rakyat Iran penjamin utama kebebasan, keamanan, kehormatan dan kemajuan negara serta partisipasi cerdas dan luar rakyat dalam menentukan nasibnya akan menjaga kepentingan nasional di tingkat global serta dukunga utama bagi interaksi konstruktif internasional.
Partisipasi seluruh lapisan masyarakat dan berbagai faksi politik di pemilu presiden, akan menunjukkan keagungan demokrasi dan berlanjutnya Republik di pemerintahan Republik Islam di mana rakyat meski memiliki sejumlah ketidakpuasan atas kondisi ekonomi yang ada tapi demi meningkatkan politik, ekonomi dan keamanan Iran, mereka tetap setiap mendatangi kotak-kotak suara di pemilu. (MF)