-
Pakistan: Kami Minta Iran dan AS Menahan Diri
Jul 16, 2026 16:34Pars Today – Kementerian Luar Negeri Pakistan, menyusul provokasi-provokasi terbaru Washington terhadap Tehran, menyatakan: Kami meminta Iran dan Amerika Serikat untuk menahan diri.
-
IRGC Hantam Konsentrasi Pasukan AS di Pangkalan Ali Al Salem Kuwait
Jul 16, 2026 16:27Humas IRGC menyatakan bahwa radar Sistem C-RAM dan area berkumpul pasukan Amerika di Kuwait menjadi sasaran serangan Iran.
-
CBS: AS Siapkan Rencana Serangan ke Kuba—Ribuan Pasukan Divisi 101 Terlibat
Jul 16, 2026 16:20Pars Today – CBS mengutip pejabat AS melaporkan bahwa Pentagon sedang merencanakan serangan terhadap Kuba.
-
Gharibabadi: Iran akan Balas Setiap Agresi Amerika Serikat
Jul 16, 2026 16:17Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional menegaskan bahwa setiap tindakan agresi Amerika Serikat akan dibalas dengan tegas.
-
Vafaei Tembus Empat Besar Liga Champions Snooker 2026
Jul 16, 2026 14:49Pars Today - Hossein Vafaei berhasil menembus empat besar kompetisi Liga Champions Snooker.
-
StepFun Rilis Ponsel 'Agentic' yang Bisa Bekerja Tanpa Perintah Berulang
Jul 16, 2026 14:29Pars Today - Sebuah perusahaan kecerdasan buatan asal Tiongkok memperkenalkan ponsel pintar pertama di dunia yang berbasis agen (agentic).
-
DD Geopolitics kepada AS: Apakah Korban 168 Anak di Minab dan Ratusan Anak Lainnya Belum Cukup?
Jul 16, 2026 14:02Media berbahasa Inggris DD_Geopolitics menyoroti serangan terhadap rumah sakit kanker Anak di Ahvaz.
-
Kemlu Iran Panggil Dubes Inggris, Ini Pemicunya
Jul 16, 2026 13:38Kementerian Luar Negeri Iran kembali memanggil duta besar Inggris di Tehran.
-
Ghalibaf: Iran Tidak akan Biarkan Musuh Memaksakan Kehendaknya
Jul 16, 2026 13:12Ghalibaf menyatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan musuh memaksakan kehendaknya berkat kekuatan sendiri.
-
Mengapa 9 dari 10 Buku Terlaris di Inggris Menampilkan Pembunuhan Perempuan?
Jul 16, 2026 12:48Pars Toda7y - Sembilan dari sepuluh novel terlaris di Inggris memiliki satu kesamaan: ada seorang perempuan yang dibunuh dalam ceritanya. Kini, "Wendy Jones", penulis asal Inggris, menyoroti hal ini melalui unggahan di media sosial.