Malaysia-Thailand Bicarakan Nasib Muslim Uighur
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i52103-malaysia_thailand_bicarakan_nasib_muslim_uighur
Wakil Perdana Menteri Malaysia mengatakan, Kuala Lumpur sedang dalam pembicaraan dengan Thailand mengenai nasib 11 Muslim Uighur yang ditahan di Malaysia setelah melarikan diri dari sebuah pusat penahanan Thailand tahun lalu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 22, 2018 11:52 Asia/Jakarta
  • Muslim Uighur.
    Muslim Uighur.

Wakil Perdana Menteri Malaysia mengatakan, Kuala Lumpur sedang dalam pembicaraan dengan Thailand mengenai nasib 11 Muslim Uighur yang ditahan di Malaysia setelah melarikan diri dari sebuah pusat penahanan Thailand tahun lalu.

"Kami sedang mendiskusikan masalah ini dengan Thailand. Kami mengambil tindakan yang tidak akan mengecewakan negara lain, dan keputusan tersebut diharapkan akan menjadi tindakan terbaik," kata Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi seperti dilansir Straits Times dan dilansir IRNA, Rabu (21/2/2018).

 

Ia menambahkan, kami akan mengadakan perundingan lebih lanjut yang akan menyentuh isu diplomasi dan keamanan negara-negara yang terlibat.

 

"Malaysia juga akan mempertimbangkan pandangan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia," ujarnya.

 

Malaysia telah menahan 11 Muslim etnis Uighur dari Cina. Mereka termasuk di antara dari 20 orang yang melarikan diri dari Thailand pada November 2017. Pemerintah Cina sedang dalam pembicaraan dengan Malaysia mengenai deportasi mereka.

 

Menurut beberapa sumber, Malaysia berada di bawah "tekanan besar" dari Cina untuk menyerahkan mereka ke Beijing, dan tidak ke Thailand.

 

Sementara itu, Amerika Serikat telah mendesak Malaysia untuk menawarkan perlindungan sementara kepada Muslim Uighur.

 

Human Rights Watch (HRW) telah meminta Malaysia untuk memastikan bahwa orang-orang Uighur yang ditahan tidak dideportasi secara paksa ke Cina karena mereka menghadapi "ancaman penjara dan penyiksaan."

 

Pemerintah Beijing menuduh kelompok ekstremis separatis di kalangan minoritas Uighur merencanakan serangan terhadap mayoritas Han  di wilayah barat Xinjiang, Cina yang bergolak dan juga daerah lain di negara ini.

 

Pemerintah Cina dituduh melanggar hak-hak sipil di Xinjiang, melakukan penyiksaan terhadap tahanan Uighur, dan memberlakukan kontrol ketat terhadap agama dan budaya mereka. Namun Beijing membantan tudingan itu.

 

Selama bertahun-tahun, ratusan atau mungkin ribuan etnis Uighur lolos dari kerusuhan di Xinjiang dengan bepergian secara sembunyi-sembunyi melalui Asia Tenggara ke Turki.

 

20 orang Uighur tersebut keluar dari sebuah tahanan dekat perbatasan Thailand-Malaysia pada bulan November 2017 dengan menggali lubang di dinding dan menggunakan selimut sebagai tangga. Lima orang ditangkap di Thailand akhir bulan itu. Pelarian tersebut merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar dari 200 orang Uighur yang ditahan di Thailand pada tahun 2014.

 

Anggota kelompok tersebut mengaku sebagai warga negara Turki, dan meminta untuk dikirim ke Turki namun lebih dari 100 orang dipaksa kembali ke Cina pada bulan Juli 2015.(RA/PH)