Iran: Hormuz Adalah Garis Hidup, Tak Bisa Dilepas
-
Saffar Harandi
Pars Today - Anggota Dewan Penentuan Kebijaksanaan Pemerintah Iran, seraya menekankan pentingnya strategis Selat Hormuz, menilai jalur air ini sebagai salah satu kapasitas terpenting Republik Islam Iran, dan mengatakan: "Ketergantungan kami adalah pada salah satu aset pasti kami, yaitu Selat Hormuz, dan selat ini tidak boleh ditinggalkan dengan cara apa pun."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, Mohammad Hossein Saffar Harandi, anggota Dewan Penentuan Kebijaksanaan Pemerintah Iran, dalam program wawancara berita televisi Iran, merujuk pada perkembangan terkini seputar Selat Hormuz, menyatakan: "Semua pejabat Iran di bidang kebijakan luar negeri, militer, dan opini publik memiliki kesadaran penuh tentang nilai jalur air ini, dan pengambilan keputusan juga dilakukan atas dasar ini."
Dengan menyatakan bahwa pengangkatan isu Selat Hormuz telah menarik perhatian pihak lawan terhadap pentingnya jalur strategis ini, ia mengatakan: "Musuh, setelah memahami posisi sensitif Selat Hormuz, berupaya mempengaruhi keunggulan strategis ini dengan menggunakan ancaman militer, tekanan politik, dan tindakan provokatif, tetapi penilaian yang cermat dan pengambilan keputusan yang terkoordinasi dari pejabat Iran mencegah terwujudnya tujuan-tujuan ini."
Saffar Harandi, merujuk pada posisi hukum dan geografis Selat Hormuz, menegaskan: "Musuh, dalam desain jahatnya, berupaya untuk mengambil peluang dan kemungkinan alami ini dari tangan Iran." Ia menambahkan: "Mereka yang mengetahui dan mengajarkan hukum internasional, sangat menyadari bahwa negara yang berada dalam posisi geografis seperti ini dan memiliki jalur air dengan tingkat keterbatasan seperti ini, memiliki hak alami." Menurutnya, sebagian besar Selat Hormuz terletak di perairan teritorial Iran dan Oman, dan ini mengkonfirmasi hak alami Iran di jalur strategis ini. (MF)