Sidang Pertama Parlemen Malaysia
https://parstoday.ir/id/news/malaysia-i59951-sidang_pertama_parlemen_malaysia
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperkenalkan mantan Hakim Pengadilan Banding Mohamad Ariff Yusof ke parlemen untuk diambil sumpahnya sebagai Ketua Dewan Rakyat atau Parlemen pada Senin, 16 Juli 2018.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 17, 2018 07:09 Asia/Jakarta
  • Mantan Hakim Pengadilan Banding Malaysia Mohamad Ariff Yusof.
    Mantan Hakim Pengadilan Banding Malaysia Mohamad Ariff Yusof.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperkenalkan mantan Hakim Pengadilan Banding Mohamad Ariff Yusof ke parlemen untuk diambil sumpahnya sebagai Ketua Dewan Rakyat atau Parlemen pada Senin, 16 Juli 2018.

Menurut IRNA, dimulainya sidang pertama parlemen Malaysia sangat penting mengingat rakyat negara ini tanpa diduga telah mengubah nasib politik Malaysia dalam pemilu ke-14 pada 9 Mei lalu.

 

Namun sidang pertama parlemen Malaysia hasil pemiliu pada Senin, 16 Juli 2018, diwarnai aksi protes kelompok oposisi. "Mereka walk out terkait dengan penunjukan ketua parlemen," tulis Channel News Asia.

 

Seperti dilansir tempo.co, aksi keluar ruang sidang itu dilakukan oleh oposisi saat mantan Hakim Pengadilan Banding, Mohamad Ariff Yusof, diambil sumpahnya sebagai Ketua Dewan Rakyat atau Parlemen.

 

Berdasarkan laporan Channel News Asia, penunjukan Yusof itu sesuai dengan usulan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Mahatihir Mohamed bersidang pada pukul 10.00 pagi waktu setempat.

 

Namun ketika Sekretaris Parlemen membacakan keputusan nominasi dan penunjukan Yusof, anggota parlemen dari Parti Islam SeMalaysia, PAS, untuk Kota Bahru, Takiyuddin Hassan, menginterupsi. Dia mempertanyakan legitimasi nominasi Mohamad Ariff Yusof.

 

Dia mengutip peraturan partlemen yang menyatakan, pihak sekretariat harus mendapatkan pemberitahuan secara tertulis atas nominasi dia 14 hari sebelum sidang dimulai. Namun peraturan tersebut tidak dilakukan.

 

"Meskipun sekretariat Dewan Rakyat telah dibertahu secara lisan mengenai penunjukan Ketua Parlemen, Perdana Menteri juga telah mengirimkan surat kepada sekretariat Dewan Rakyat pada 2 Juli 2018. Tetapi kami memiliki bukti bahwa peraturan mengenai Dewan Rakyat harus diberitahu 14 hari sebelum sidang tidak diindahkan," katanya kepada wartawan.

 

Situasinya menjadi sedikit kisruh ketika banyak anggota parlemen dari kelompok oposisi keberatan atas pengumuman sekretariat. Namun proses pemilihan Ketua Parlemen tetap berlanjut. "Oposisi mencemoh Yusof saat dia diambil sumpah," tulis The Star.

 

Anggota parlemen dari oposisi Barisan Nasional dan PAS, selanjutnya, menyampaikan kritik dan walk out keluar gedung Parlemen sebagai bentuk protes.

 

Malaysia menggelar pemilihan umum pada Mei 2018. Dari hasil pesta demokrasi tersebut, Pakatan Harapan, sebuah koalisi yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad memenangkan pemilu dengan peroleh 112 kursi di parlemen. Sedangkan Barisan Nasional, partai berkuasa pimpinan Najib Razak mendapatkan 74 kursi, adapun PAS memperoleh 17 kursi.