AS Tinjauan dari Dalam 25 Desember 2021
https://parstoday.ir/id/news/other-i111748-as_tinjauan_dari_dalam_25_desember_2021
Perkembangan di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir diwarnai oleh berbagai isu di antaranya, Presiden Joe Biden dikabarkan menolak panggilan telepon dari PM Israel, dan Amerika-Inggris mengirim tim perang siber untuk bantu Ukraina.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Des 25, 2021 16:01 Asia/Jakarta
  • Foto: Presiden Joe Biden dan Bendera Nasional Iran.
    Foto: Presiden Joe Biden dan Bendera Nasional Iran.

Perkembangan di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir diwarnai oleh berbagai isu di antaranya, Presiden Joe Biden dikabarkan menolak panggilan telepon dari PM Israel, dan Amerika-Inggris mengirim tim perang siber untuk bantu Ukraina.

Selain itu, AS dilaporkan mendorong normalisasi hubungan Israel dan Indonesia, intelijen AS menuding Cina bantu Arab Saudi membangun rudal balistik, dan terakhir 4.000 penerbangan dibatalkan akibat merebaknya Omicron di dunia.

Biden Tolak Terima Panggilan Telepon dari PM Israel

Gedung Putih dilaporkan belum menanggapi permintaan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett untuk melakukan panggilan telepon dengan Presiden Joe Biden. Menurut Channel 13 Israel, Kantor Bennett sudah berminggu-minggu berusaha untuk mengatur jadwal panggilan telepon dengan Biden, tetapi Gedung Putih sampai sekarang belum memberikan jawaban.

"Presiden AS menolak untuk berdiskusi dengan Perdana Menteri Israel tentang masalah Iran," kata laporan tersebut seperti dikutip televisi al-Mayadeen, Rabu (22/12/2021).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Naftali Bennett terlibat "panggilan kasar" via telepon, di mana ia meminta Blinken untuk berdiskusi tentang masalah Iran, tetapi Menlu AS justru mengangkat kasus pembangunan pemukiman di daerah Atarot.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan telah mendarat di tanah pendudukan pada Selasa kemarin dan ia akan bertemu dengan Bennett pada Rabu ini. Sumber-sumber politik mengatakan kepada media Israel bahwa panggilan telepon antara Biden dan Bennett akan dilakukan setelah berakhirnya kunjungan Jake Sullivan.

AS dan Inggris Kirim Tim Perang Siber untuk Bantu Ukraina

Amerika Serikat dan Inggris diam-diam mengirim tim perang siber ke Ukraina untuk melawan kemungkinan serangan siber oleh Rusia. AS dan Inggris percaya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan segera meluncurkan serangan siber yang menargetkan jaringan listrik Ukraina, sistem perbankan, dan infrastruktur vital lainnya, kata surat kabar The New York Times, Selasa (21/12/2021).

Para pejabat Washington menolak untuk memberikan rincian jumlah tim siber yang mereka kirim ke Ukraina, sementara pemerintah London menyebut dukungannya untuk Kiev "bersifat defensif."

Intelijen AS percaya bahwa Putin mungkin mencoba untuk membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terlihat "tidak kompeten" dan melemahkan pemerintahannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, negara-negara Barat menuding Rusia sedang merencanakan serangan militer ke Ukraina. Moskow membantah keras tuduhan itu. Rusia juga memperingatkan pasukan NATO agar tidak melewati garis merah dan menghentikan ekspansinya ke arah Timur.

Axios: AS Upayakan Normalisasi Hubungan Israel dan Indonesia

Para pejabat rezim Zionis Israel mengatakan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dalam lawatannya ke Indonesia pekan lalu, membicarakan kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik Indonesia dan Israel.

Situs berita Amerika Serikat, Axios, Rabu (22/12/2021) melaporkan, para pejabat Israel mengatakan bahwa langkah tersebut tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Menurut artikel yang ditulis jurnalis Israel, Barak Ravid di Axios, Indonesia dianggap penting karena merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, dan menjadi target pasar utama bagi perusahaan Israel, tapi tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

Pemerintah Presiden Joe Biden, katanya, sedang mencoba membangun Kesepakatan Abraham yang dicapai di era Presiden Donald Trump, dan dalam hal ini visinya melampaui Timur Tengah, hingga menjangkau negara-negara besar lain yang tidak mengakui Israel.

Sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada Axios mengatakan, "Kami selalu menjajaki peluang tambahan untuk normalisasi, tapi kami akan membiarkan pembicaraan tentang masalah ini tetap tertutup sampai waktu yang tepat."

Axios menambahkan, Indonesia di masa Trump, merupakan negara yang diupayakan oleh pemerintah AS untuk masuk ke dalam Kesepakatan Abraham, tapi negosiasi saat itu belum berhasil keburu masa jabatan Trump berakhir.

Pertemuan Menlu Amerika Serikat dan Menlu RI di Jakarta. (dok)

CNN: Intel AS Tunjukkan Saudi Buat Rudal Balistik Dibantu Cina

Stasiun televisi Amerika Serikat yang dekat dengan Partai Demokrat mengabarkan, Arab Saudi sedang memproduksi rudal balistik sendiri dengan bantuan Cina. Situs stasiun televisi CNN, Kamis (23/12/2021) menulis, "Arab Saudi sebelumnya membeli rudal balistik dari Cina, dan Riyadh selama ini tidak punya kemampuan memproduksi rudal sendiri."

Ditambahkannya, foto-foto satelit yang diterima CNN juga menunjukkan bahwa Saudi saat ini memproduksi senjata-senjatanya, minimal di satu lokasi. Dua sumber terpercaya kepada CNN mengatakan, pejabat AS di beberapa lembaga termasuk Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih, dalam beberapa bulan terakhir sudah mengetahui informasi rahasia soal transfer teknologi rudal balistik dalam skala besar dari Cina ke Saudi.

Menurut klaim CNN, pemerintah AS menyebut kerja sama Saudi dan Cina di bidang rudal ini dilakukan untuk melawan program rudal Iran.

Omicron Merebak di Dunia, 4000 Penerbangan Dibatalkan

Lebih dari 4.000 penerbangan di seluruh dunia dibatalkan selama akhir pekan Natal akibat lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

Pada hari Jumat (24/12/2021) atau Malam Natal, maskapai penerbangan komersial di seluruh dunia membatalkan setidaknya 2.314 penerbangan. Menurut FlightAware.com, pada Sabtu (25/12/2021) atau Hari Natal, 1.404 penerbangan telah dibatalkan di seluruh dunia. 340 penerbangan juga dibatalkan untuk Minggu (26/12/2021).

Lalu lintas udara komersial di AS dan dalam atau ke luar berkontribusi sekitar seperempat dari semua penerbangan yang dibatalkan selama akhir pekan Natal. Salah satu maskapai penerbangan AS pertama yang melaporkan gelombang pembatalan liburan Natal adalah United Airlines dan Delta Air Lines.

Kedua maskapai ini menghapus hampir 280 penerbangan pada Jumat saja, dengan alasan kekurangan personel di tengah lonjakan infeksi Covid-19. Kasus Covid -19 telah melonjak di AS dalam beberapa hari terakhir karena varian Omicron yang sangat menular.

Kini, varian Omicron menyumbang hampir tiga perempat kasus AS sejak pertama kali terdeteksi di sana pada November. Rata-rata harian kasus Covid-19 juga meningkat 45 menjadi 179.000 kasus per hari selama sepekan terakhir menurut penghitungan Reuters.

Negara Bagian New York melaporkan lebih dari 44.000 kasus Covid-19 yang baru dikonfirmasi pada Jumat saja, memecahkan rekor harian negara bagian itu. Pemerintah Negara Bagian New York juga berencana membatasi jumlah orang yang diizinkan di Times Square dalam perayaan Malam Tahun Baru 2022.

Pekan depan, Pemerintah AS bakal mencabut pembatasan perjalanan untuk delapan negara Afrika selatan yang telah diberlakukan sejak bulan lalu karena kekhawatiran varian Omicron.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi varian Omicron sebagai jenis virus Corona kelima yang paling meresahkan dan menyebar di lebih dari 89 negara dunia. (RM)