Iran Aktualita 18 Mei 2019
https://parstoday.ir/id/news/other-i70269-iran_aktualita_18_mei_2019
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya; Ayatullah Khamenei: Perang tidak akan Terjadi, Iran Meminta Klarifikasi soal Ledakan di Pelabuhan Fujairah, Kunjungi Jepang, Menlu Iran Bahas Langkah Menjaga JCPOA, dan Zarif Sebut AS Tanpa Alasan Tingkatkan Ketegangan dengan Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 18, 2019 12:38 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
    Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya; Ayatullah Khamenei: Perang tidak akan Terjadi, Iran Meminta Klarifikasi soal Ledakan di Pelabuhan Fujairah, Kunjungi Jepang, Menlu Iran Bahas Langkah Menjaga JCPOA, dan Zarif Sebut AS Tanpa Alasan Tingkatkan Ketegangan dengan Iran.

Ayatullah Khamenei: Perang tidak akan Terjadi

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, pilihan pasti bangsa Iran dalam menghadapi musuh adalah perlawanan di semua lini, karena negosiasi dengan pemerintah AS saat ini adalah racun.

Rahbar menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi negara, anggota parlemen, dan para aktivis politik di Tehran, Selasa lalu (14/5/2019).

Ayatullah Khamenei menjelaskan, negosiasi adalah saling memberi dan menerima, tetapi AS telah menargetkan kekuatan kita. "Mereka berbicara tentang negosiasi kemampuan pertahanan kita dan mempertanyakan berbagai rudal kita. Tentu saja tidak ada seorang pun di antara pejabat kita yang ingin bernegosiasi. Jelas tidak ada orang Iran yang bermartabat dan bijak yang akan menegosiasikan kekuatan nasional mereka," tegasnya.

"Negosiasi itu keliru, apalagi dengan orang-orang yang jujur. Mereka yang berada di pemerintah AS tidak jujur ​​dan mereka tidak mematuhi apapun," tambahnya.

Menurut Rahbar, hanya ada dua pilihan dalam menghadapi musuh yaitu kita mundur dan musuh akan maju atau kita melawan. Pengalaman di Republik Islam menunjukkan bahwa di mana saja kita melakukan perlawanan terhadap musuh, kita berhasil.

Mengacu pada dukungan tanpa syarat AS untuk rezim Zionis Israel, Rahbar menegaskan, "Pemerintahan AS saat ini lebih mementingkan kepentingan rezim Zionis daripada pemerintah lain mereka. Banyak tindakan mereka dilakukan atas perintah Zionis."

Di bagian lain pidatonya, Ayatullah Khamenei menandaskan perang tidak akan terjadi, tetapi yang akan terjadi adalah perang tekad. Dalam hal ini, tekad bangsa Iran dan sistem Republik Islam lebih kuat dari musuh dan dengan izin Allah Swt, kali ini kita juga akan menang.

"Tidak seorang pun harus takut akan AS yang tampak digdaya, baik kehebatan mereka maupun kekayaan Qarun yang dimiliki negara-negara (Arab) di Teluk Persia. Kekuatan mereka yang sebenarnya jauh lebih kecil daripada kegaduhan yang mereka buat," ungkapnya.

Dalam hal ini, Direktur Program Keamanan Timur Tengah di Center for a New American Security, Ilan Goldenberg mengatakan, "Retorika perang John Bolton (Penasihat Keamanan Nasional AS) tidak lazim dan provokatif, tetapi menurut saya ini adalah sebuah upaya untuk mengintimidasi Iran, tidak lebih dari itu."

Insiden sabotase di Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab.

Iran Meminta Klarifikasi soal Ledakan di Pelabuhan Fujairah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sayid Abbas Mousavi menyatakan keprihatinan tentang insiden di Laut Oman yang mempengaruhi kapal-kapal tanker minyak, dan meminta klarifikasi mengenai kejadian itu.

Dalam sebuah pernyataan Senin lalu (13/5/2019), Sayid Mousavi mengatakan insiden itu berdampak negatif pada keamanan pelayaran dan lalu lintas maritim. Dia memperingatkan terhadap segala aksi sabotase yang dirancang oleh anasir-anasir jahat untuk merusak stabilitas dan keamanan di kawasan.

Jubir Kemenlu Iran juga menyeru negara-negara regional untuk bersikap waspada terhadap setiap manuver yang dilakukan oleh aktor asing.

Ledakan hebat dilaporkan mengguncang pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA) pada Ahad lalu. Kabar ini awalnya dibantah oleh para pejabat Abu Dhabi, namun Kementerian UEA kemudian menyatakan empat kapal menjadi sasaran sabotase di dekat perairan negara itu. Pelabuhan Fujairah di Laut Oman adalah pelabuhan utama ekspor minyak UEA dan mengekspor 1,8 juta barel minyak per hari.

Seorang analis Timur Tengah asal Iran, Hassan Hanizadeh mengatakan, "Insiden yang terjadi di perairan UEA ini menunjukkan bahwa sebuah skenario gaya Hollywood sedang disusun untuk menggalang sebuah konsensus melawan Iran dan meningkatkan tekanan politik terhadap Tehran. Ledakan itu kemungkinan besar dirancang oleh CIA dan Mossad, sementara UEA dan Arab Saudi bertugas untuk melaksanakannya."

Menyusul ledakan itu, pemerintah AS dalam sebuah statemen memperingatkan tentang ancaman yang diklaim datang dari Iran dan sekutunya. AS mengklaim bahwa mungkin saja Iran dan sekutunya akan menargetkan kapal komersil termasuk tanker minyak atau kapal perang AS di Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb atau Teluk Persia.

Kunjungi Jepang, Menlu Iran Bahas Langkah Menjaga JCPOA

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan masyarakat internasional harus bertindak untuk menjaga keberlanjutan JCPOA dan mendukung kemudahan hubungan ekonomi dengan Iran, yang menjadi tujuan dari perjanjian nuklir ini.

Zarif seusai pertemuan dengan sejawatnya dari Jepang, Taro Kono di Tokyo kepada wartawan hari Kamis (16/5/2019) mengatakan, tindakan anti-Iran yang dilancarkan AS merusak upaya internasional untuk melindungi JCPOA. "Dalam pertemuan ini dibahas mekanisme untuk mengurangi ketegangan di kawasan dan menghentikan ambisi perang AS," ujar Zarif.

Menlu Iran menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak berusaha untuk terlibat dalam konflik regional, tetapi akan selalu membela kepentingan nasionalnya dengan kekuatan penuh, dan sekarang pun akan melakukannya. Zarif juga mengungkapkan bahwa menlu Jepang antusias untuk melanjutkan upaya diplomatiknya demi meredam ketegangan di wilayah Timur Tengah.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif.

Zarif: Tanpa Alasan AS Tingkatkan Ketegangan dengan Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dalam wawancara dengan kantor berita India, ANI mengatakan Iran selalu membela dirinya dan Amerika Serikat meningkatkan ketegangan dengan Iran tanpa alasan.

"Tanpa alasan mendesak Amerika meningkatkan ketegangan dengan Iran, namun Tehran tidak ingin mencari ketegangan dan selalu siap untuk membela diri," tegas Zarif kepada ANI pada 14 Mei 2019.

Mengacu pada lawatannya ke India, Zarif menuturkan, New Delhi adalah salah satu mitra dekat Tehran dan kami memiliki hubungan yang sangat luas di berbagai bidang.

"Sistem keuangan khusus Iran dan India sudah dirancang sejak lama, sistem ini digunakan dalam kerja sama dua negara. India adalah konsumen terbesar minyak mentah Iran," ungkapnya.

"Kami melakukan konsultasi rutin dengan India tentang berbagai masalah dan saya di sini (New Delhi) untuk berkonsultasi dengan mitra saya mengenai perkembangan terkini di kawasan ini serta hubungan bilateral kami," jelas Zarif.

Zarif tiba di New Delhi pada Senin lalu untuk bertemu dengan beberapa pejabat tinggi India. Menlu Iran sebelum ini telah melakukan kunjungan ke Turkmenistan, Jepang dan Cina. (RM)