Rudal Anti-Kapal Noor; Senjata Efektif Lawan Kapal Musuh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189022-rudal_anti_kapal_noor_senjata_efektif_lawan_kapal_musuh
Pars Today - Pasukan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC-N) dan Angkatan Laut Artesh Republik Islam Iran menggunakan berbagai rudal jelajah anti-kapal selama Perang Paksa Ketiga (Perang Ramadan) melawan musuh Amerika dan Zionis.
(last modified 2026-04-27T06:43:44+00:00 )
Apr 27, 2026 13:39 Asia/Jakarta
  • Rudal jelajah Noor
    Rudal jelajah Noor

Pars Today - Pasukan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC-N) dan Angkatan Laut Artesh Republik Islam Iran menggunakan berbagai rudal jelajah anti-kapal selama Perang Paksa Ketiga (Perang Ramadan) melawan musuh Amerika dan Zionis.

Salah satu rudal anti-kapal yang dioperasikan oleh kedua angkatan laut tersebut adalah rudal anti-kapal Noor.

Sejarah & Pengembangan

Rudal jelajah anti-kapal Noor adalah salah satu rudal jelajah produksi awal industri pertahanan Iran. Rudal ini mulai digunakan Angkatan Bersenjata Iran pada 1990-an.

Noor dikembangkan berdasarkan rudal C-802 buatan Tiongkok melalui proyek bersama. Beberapa analis militer menyebut Noor sebagai rekayasa balik dari C-802, tetapi secara substansial, Noor berbeda, terutama pada sistem propulsi dan sensor pelacaknya.

Perbedaan Utama Noor (Iran) dan C-802 (Tiongkok) di bagian propulsi, milik Iran turbojetnya berbahan bakar cair (lebih ramping karena butuh tangki lebih besar), sementara milik Tiongkok motor roket berbahan bakar padat. Bentuk Noor Iran lebih panjang dari C-802. Motornya dirancang dengan asupan udara yang terletak di bawah badan, di antara kedua sirip bawahnya.

Spesifikasi Teknis

Panjang:                6,39 meter (sekitar 1,24 meter di antaranya adalah booster awal)

Diameter:               36 cm

Berat total:             715 kg

Berat hulu ledak:   165 kg (High Explosive dengan fuze penundaan, efektif menembus armor kapal)

Kecepatan jelajah: 0,9 Mach (~1.100 km/jam)

Ketinggian jelajah: 20-30 meter di atas permukaan laut

Jangkauan (versi standar): 120 km (versi yang dioptimalkan: 170 km)

Profil Misi (Terbang dan Menyerang)

Rudal Noor diluncurkan menggunakan booster roket padat untuk mencapai kecepatan jelajah. Setelah booster terlepas, mesin turbojet menyala dan mendorong rudal terbang rendah di ketinggian 20-30 meter.

Saat memasuki fase akhir, rudal akan:

- Mengaktifkan radar aktifnya untuk mendeteksi dan mengunci target.

- Menurunkan ketinggian serang hingga 5-7 meter di atas permukaan laut untuk menyulitkan deteksi dan intersepsi.

- Melakukan manuver otomatis (zig-zag) untuk menghindari pertahanan udara titik (CIWS) musuh.

- Menghantam bagian lambung kapal yang dekat dengan garis air untuk memaksimalkan kerusakan dan risiko tenggelam.

Tingkat keberhasilan hantaman (hit probability) dari rudal Noor diperkirakan mencapai 98%.

Varian dan Pemandu

Rudal ini dilengkapi dengan Radar Pemandu Aktif 2031 buatan dalam negeri, yang memiliki jangkauan deteksi hingga 210 km dan kemampuan kontrol tembak untuk 4 peluncur secara simultan.

Sistem pemanduannya menggunakan navigasi inersial selama fase jelajah, dan beralih ke pemandu radar aktif serta altimeter radio pada fase akhir untuk mempertahankan ketinggian serendah mungkin.

Platform Peluncur

Fleksibilitas rudal Noor sangat tinggi. Rudal ini dapat diluncurkan dari berbagai platform, baik milik Angkatan Laut maupun Angkatan Udara:

Dapat dimuai lewat Kapal Permukaan seperti Fregat kelas Tondar, Bayandor, Alvand, dan Jamaran; Korvet kelas Sina. Begitu juga dari Hovercraft / Kapal Cepat BHK (kelas Bh. 7). Untuk udara dari helikopter Mi-17 IRGC (mampu membawa 2 rudal) dan pesawat tempur F-4 Phantom (telah berhasil diuji coba, secara signifikan memperluas jangkauan serangan udara ke laut)

Rudal anti-kapal Noor mungkin sudah berusia puluhan tahun, tetapi  kemampuan terbang rendahnya yang ekstrem (5-7 meter), hulu ledak 165 kg, dan tingkat keberhasilan 98% membuatnya tetap mematikan. Teknologi di balik rudal ini, ditambah dengan fleksibilitas platformnya (dari helikopter Mirage hingga kapal cepat), menjadikan "Noor" adalah salah satu landasan strategi pertahanan pantai Iran yang paling tangguh, yang kemampuannya untuk memblokade Selat Hormuz meningkat pesat.

Ini adalah senjata yang dirancang untuk satu tujuan: membuat kapal perang AS berpikir dua kali sebelum mendekati perairan Iran.(sl)