Penulis Palestina: Perpanjang Gencatan Senjata, Trump Hindari "Bunuh Diri Militer"
https://parstoday.ir/id/news/world-i189018-penulis_palestina_perpanjang_gencatan_senjata_trump_hindari_bunuh_diri_militer
Pars Today - Seorang penulis dan analis Palestina menegaskan bahwa tindakan Presiden AS Donald Trump dalam memperpanjang gencatan senjata berulang kali dalam perang terhadap Iran menunjukkan upaya menghindar dan mundur dengan alasan-alasan palsu.
(last modified 2026-04-27T05:53:06+00:00 )
Apr 27, 2026 12:51 Asia/Jakarta
  • Donald Trump, Presiden AS
    Donald Trump, Presiden AS

Pars Today - Seorang penulis dan analis Palestina menegaskan bahwa tindakan Presiden AS Donald Trump dalam memperpanjang gencatan senjata berulang kali dalam perang terhadap Iran menunjukkan upaya menghindar dan mundur dengan alasan-alasan palsu.

Melaporkan dari Pars Today, Senin, 27 April 2026, Abdulmajid Al-Suwailam menyatakan bahwa mundurnya Trump dari opsi perang dan beralih ke perpanjangan untuk kelima kalinya tanpa batas waktu adalah upaya menutupi ketidakmampuan nyata Amerika dalam mengambil keputusan konfrontasi.

Perang Akan Hancurkan Kehadiran AS di Kawasan

Al-Suwailam menjelaskan bahwa alasan pertama terletak pada penolakan lembaga pengambil keputusan di Pentagon terhadap opsi ini, bukan karena ketidakmampuan militer, tetapi karena konsekuensi dari setiap "kemenangan" militer dapat berarti kematian kehadiran AS di kawasan.

Ia menambahkan bahwa setiap konflik militer pasti akan mengarah pada kehancuran luas aset dan infrastruktur di wilayah pendudukan dan kawasan Teluk. Ini berarti hilangnya apa yang oleh Washington dianggap sebagai "akumulasi strategis" yang selama ini diperebutkan dalam kerangka perang global untuk menguasai energi.

Analis Palestina ini memberikan perspektif berbeda: "perpanjangan gencatan senjata" Trump bukanlah tanda niat baik, tetapi takut akan bunuh diri militer. Pentagon sadar bahwa perang melawan Iran tidak akan berakhir dengan kemenangan, tetapi dengan runtuhnya pijakan AS di kawasan.

Setiap rudal yang ditembakkan ke Iran, setiap drone yang diluncurkan, akan mengundang respon balik menghancurkan infrastruktur sekutu AS di Teluk. Dengan kata lain, "kemenangan" sekalipun akan menjadi kekalahan strategis.

Jadi, Trump tidak memperpanjang gencatan senjata untuk memberi kesempatan perdamaian. Ia melakukannya karena ia tidak memiliki pilihan lain selain mundur perlahan, dengan alasan-alasan palsu, agar tidak terlihat kalah telak.(sl)