Iran Aktualita 15 Juni 2019
https://parstoday.ir/id/news/other-i71063-iran_aktualita_15_juni_2019
Transformasi Iran sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai kunjungan perdana menteri Jepang ke Tehran. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran di Tehran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 15, 2019 10:31 Asia/Jakarta
  • Pertemuan PM Jepang Abe Shinzo dengan Rahbar di Tehran.
    Pertemuan PM Jepang Abe Shinzo dengan Rahbar di Tehran.

Transformasi Iran sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai kunjungan perdana menteri Jepang ke Tehran. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran di Tehran.

PM Jepang melakukan pertemuan dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei selama kunjungannya ke Tehran pekan lalu. Dan isu terakhir berhubungan dengan peluncuran sistem baru pengawasan udara dan laut oleh Iran.

Rouhani: Iran Sambut Peningkatan Hubungan dengan Jepang

Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani menyatakan antusiasme Jepang untuk berinvestasi di wilayah selatan Iran akan menjamin perluasan hubungan kedua negara.

Rouhani dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo di Tehran, Rabu (12/6) mengatakan hubungan Tehran dan Tokyo terjalin lama dan hubungan kedua negara tahun ini memasuki 90 tahun.

"Iran menyambut upaya yang dilakukan pemerintah Jepang, terutama komitmen perdana menterinya untuk meningkatkan hubungan politik, ekonomi dan masalah regional maupun internasional," ujar Rouhani.

Sementara itu, dalam pertemuan bersama antara delegasi tingkat tinggi Iran dan Jepang di Tehran pada hari yang sama, Rouhani menandaskan semua negara memiliki kewajiban yang jelas di hadapan kesepakatan nuklir JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB, dan kami berharap Jepang juga akan melaksanakan kewajibannya dalam hal ini.

Rouhani lebih lanjut menandaskan jika Iran tidak terlibat dalam perang kontra-terorisme, kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh akan menciptakan krisis di seluruh wilayah Asia Barat. "Masalah keamanan kawasan sangat penting bagi Republik Islam," tegasnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo mengatakan bahwa merawat JCPOA merupakan sebuah unsur penting bagi pengembangan kepercayaan dalam hubungan bilateral dan internasional. "Jepang telah melakukan banyak upaya dan kerja sama untuk melestarikan kesepakatan nuklir," ungkapnya.

"Jepang berharap hubungan ekonomi dengan Iran dan pembelian minyak akan berlanjut dan meningkat," kata Abe mengacu pada dampak sanksi AS terhadap hubungan ekonomi Tehran dan Tokyo.

Presiden Iran Minta Eropa Segera Penuhi Komitmen JCPOA

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, negara-negara Eropa harus melawan terorisme ekonomi AS terhadap Iran dan memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan nuklir JCPOA.

Dia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas di Tehran, Senin (10/9/2019).

"Keluarnya AS dari JCPOA tidak membawa hasil apapun selain dampak negatif pada hubungan antara negara-negara dan keamanan regional. Iran tidak akan membentur jalan buntu lewat tekanan," kata Presiden Rouhani. Menurutnya, AS bergerak di jalur terorisme ekonomi dengan sanksi yang kejam dan Iran akan melawan pihak yang memblokir akses masyarakat ke obat-obatan dan makanan.

Rouhani lebih lanjut menegaskan, jika negara-negara Eropa yakin bahwa JCPOA membawa keuntungan bagi hubungan Iran-Uni Eropa serta stabilitas regional dan perdamaian, maka tindakan nyata untuk menyelamatkan kesepakatan harus segera diambil.

Sementara itu, menlu Jerman menyebut penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir sebagai langkah yang salah. "Jerman banyak tidak setuju dengan kebijakan AS terhadap Iran dan kami akan berusaha mempertahankan JCPOA melalui kerja sama dengan negara-negara lain Eropa khususnya Prancis dan Inggris," ujar Heiko Maas.

Mengenai pelaksanaan Instrumen untuk Mendukung Pertukaran Perdagangan (INSTEX), Maas menjelaskan Eropa sedang berusaha untuk melanjutkan dan mengembangkan hubungan ekonomi dengan Iran.

Dia juga menegaskan bahwa siapa pun yang akrab dengan sejarah Iran tahu betul bahwa strategi tekanan maksimum terhadap Tehran, tidak akan pernah berhasil.

Rahbar: Kami Tidak akan Berunding dengan AS!

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang, Abe Shinzo, Kamis (13/6/2019) pagi mengatakan bahwa Iran tidak mempercayai AS dan tidak akan berunding dengan negara itu.

"Republik Islam tidak percaya sedikit pun terhadap AS, dan pengalaman getir perundingan sebelumnya dengan AS dalam bentuk JCPOA tidak akan terulang lagi. Sebab, tidak ada bangsa merdeka dan berakal yang mau berunding di bawah tekanan," tegas Ayatullah Khamenei.

Di awal pertemuan, Abe Shinzo mengungkapkan tujuannya bertemu dengan Ayatullah Khamenei, salah satunya untuk menyampaikan pesan dari Presiden AS Donald Trump. "Saya bermaksud menyampaikan pesan Presiden AS kepada yang mulia," ujarnya.

Rahbar dalam pertemuan tersebut menjawab statemen PM Jepang dengan mengungkapkan, "Kami tidak meragukan niat baik Anda. Tapi mengenai sosok presiden AS, saya melihat Trump tidak layak untuk memberikan satu pesan pun, dan kami tidak akan memberikan balasannya."

Mengenai pernyataan Abe mengutip statemen Trump yang mengatakan bahwa AS tidak bermaksud mengubah rezim di Iran, Ayatullah Khamenei menegaskan, "Masalah kami dengan AS bukan mengenai isu perubahan rezim, sebab jika mereka pun berniat melakukannya, tetap tidak akan berhasil, sebagaimana presiden-presiden AS sebelumnya selama 40 tahun silam tidak mampu menghancurkan Republik Islam Iran."

Rahbar lebih lanjut menyinggung pembicaraan yang disampaikan PM Jepang mengenai upaya AS untuk menjegal produksi senjata nuklir oleh Iran, dengan menjelaskan, "Kami menentang senjata nuklir dan saya mengeluarkan fatwa haram hukumnya. Oleh karena itu ketahuilah, jika kami bermaksud untuk memproduksi senjata nuklir, AS pun tidak akan bisa melakukan tindakan apa-apa. Larangan AS tidak akan pernah bisa menjadi penghalang."

Di luar isu perundingan dengan AS, Ayatullah Khamenei menyambut baik usulan Abe mengenai peningkatan hubungan antara Iran dan Jepang. "Jepang adalah negara penting di Asia, dan jika berniat untuk meningkatkan hubungan dengan Iran harus menunjukkan itikad seriusnya, sebagaimana ditunjukkan oleh sebagian negara penting lainnya," papar Rahbar.

Brigadir Jenderal Amir Hatami.

Iran Luncurkan Sistem Baru Pengawasan Udara dan Laut

Menteri Pertahanan Iran memperkenalkan 10 sistem pengawasan, deteksi dan pelacakan target udara dan laut super canggih di kota Isfahan, tengah Iran.

Brigadir Jenderal Amir Hatami pada hari Rabu (12/6/2019) mengatakan, sistem yang didesain dan dibuat oleh ilmuwan Iran ini, selain meningkatkan kekuatan pertahanan juga membuka kemungkinan menghadapi berbagai jenis ancaman secara efektif.

"Teknologi yang digunakan dalam sistem pertahanan udara baru ini memenuhi standar internasional dan setara dengan produk asing. Tidak lama lagi, Iran akan menguasai sejumlah teknologi baru di bidang produk elektronik strategis," ungkapnya. (RM)