Amerika Tinjauan Dari Dalam 15 Juni 2019
-
Ilustrasi bisnis senjata antara Amerika dan Arab saudi.
Transformasi Amerika sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai upaya para senator AS menjegal penjualan senjata ke Arab Saudi.
Isu lainnya terkait dengan perintah Trump kepada Pentagon untuk menambah produksi drone. Selain itu, AS jatuhkan sanksi terhadap perusahaan Irak atas klaim kedekatannya dengan Iran. Dan isu terakhir Trump akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Polandia.
Senator AS akan Jegal Penjualan Senjata ke Arab Saudi
Dua senator AS akan memperkenalkan sebuah RUU yang dirancang untuk menghentikan atau membatasi penjualan senjata AS saat ini dan di masa depan ke Arab Saudi. Seperti dilaporkan televisi NBC News, Ahad (9/6/2019), RUU itu diperkenalkan oleh Senator Todd Young dari Partai Republik dan Senator Chris Murphy dari Demokrat.
"Proses yang kami lakukan akan memungkinkan Kongres mempertimbangkan totalitas hubungan keamanan AS dengan Saudi, bukan hanya soal penjualan senjata, dan mengembalikan peran Kongres dalam penyusunan kebijakan luar negeri," kata Murphy dalam sebuah pernyataan.
Sebelum ini, sekelompok senator bipartisan, termasuk Murphy dan Young, mengusulkan lebih dari 20 resolusi terkait kontrak penjualan senjata senilai 8,1 miliar dolar ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania.
Secara hukum, penjualan senjata memerlukan persetujuan Kongres AS, tetapi pemerintahan Trump menghindari hal itu dengan mengumumkan situasi darurat nasional. Dukungan penuh Trump kepada Riyadh dan kejahatan koalisi pimpinan Saudi di Yaman telah mengundang kritik keras di Amerika.
Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Kamis (13/6/2019) mengatakan bahwa Kongres akan memblokir penjualan senjata Trump ke Arab Saudi, yang telah melakukan serangan terhadap warga sipil Yaman sejak 2015.
Berbicara di sebuah forum di New York, Pelosi menegaskan Dewan Perwakilan Rakyat akan segera memilih untuk memblokir transfer senjata ke Saudi, sekutu terkuat Amerika di wilayah Teluk Persia.
"Akan ada pemungutan suara untuk menghapus otoritas apapun terkait penjualan senjata ke Arab Saudi. Ini adalah sesuatu yang akan kita lawan dan kita akan memiliki dukungan bipartisan untuk bertarung," tegasnya.
Trump Perintahkan Pentagon Tambah Produksi Drone
Presiden AS Donald Trump kepada komisi urusan pelayanan keuangan Senat, mengatakan dirinya sudah memerintahkan departemen pertahanan (Pentagon) untuk memperluas produksi pesawat tanpa awak (drone).
Kantor berita Sputnik (11/6/2019) melaporkan, Trump menuturkan Pentagon akan mengambil tindakan untuk mengembangkan dan membeli peralatan serta perangkat yang diperlukan untuk membuat, memelihara dan memperluas produksi drone.
"Produksi dalam negeri pesawat tanpa awak sangat penting untuk pertahanan nasional Amerika. Tanpa adanya inisiatif dari presiden, industri pesawat tanpa awak Amerika tidak akan menghasilkan apa yang diharapkan secara memadai dan tepat waktu," ujarnya.
Sementara itu, kantor berita Associated Press dalam sebuah laporan pada November 2018 menyatakan bahwa pembunuhan rakyat Yaman akibat serangan drone Amerika, semakin bertambah dalam dua tahun terakhir.
Serangan drone Amerika ke Yaman mengalami peningkatan signifikan di masa kepemimpinan Presiden Donald Trump dan dalam dua tahun ke belakang serangan itu sedikitnya menewaskan 176 orang.
Sementara total serangan drone Amerika ke Yaman selama 8 tahun kepemimpinan Presiden Barack Obama hanya 154 kali. Associated Press menambahkan, sepanjang tahun 2018 sekitar sepertiga korban serangan drone Amerika di Yaman adalah warga sipil termasuk anak-anak.
Dituding Dekat dengan Iran, AS Sanksi Perusahaan Irak
Pemerintah AS kembali menjatuhkan sanksi ilegal terhadap sebuah perusahaan Irak atas tudingan berhubungan dengan Republik Islam Iran. Departemen Keuangan AS, Rabu (12/6/2019) mengumumkan sanksi terhadap perusahaan dan dua rekanannya karena memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran).
Entitas yang ditargetkan diidentifikasi sebagai South Wealth Resources Company yang berbasis di ibukota Irak, Baghdad.
Pemerintah Iran sebelum ini menyatakan bahwa mereka akan menentang terorisme ekonomi pemerintahan Trump sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimum Washington terhadap Iran.
AS baru-baru ini juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan petrokimia Iran dan agen penjualannya. Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan pada 7 Juni 2019 mengatakan sanksi diterapkan terhadap perusahaan terbesar petrokimia Iran dan anak perusahaan serta agen penjualannya.
Sanksi ini dikenakan dengan alasan kerja sama holding petrokimia Iran dengan Perusahaan Konstruksi Khatam al-Anbiya dan perusahaan ini disebut sebagai lengan ekonomi Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran).
Trump akan Kirim 1.000 Tentara Tambahan ke Polandia
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mengirim 1.000 tentara tambahan ke Polandia untuk bergabung dengan 4.000 personel yang sudah ada di sana.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Presiden Polandia Andrzej Duda di Gedung Putih, Rabu (12/6/2019) Trump menambahkan pemerintah Polandia akan membangun proyek-proyek ini tanpa biaya ke AS. Kami berterima kasih kepada Presiden Duda dan rakyat Polandia atas kemitraan mereka dalam memajukan keamanan bersama kami.
"Pasukan tambahan AS tersebut akan dipindahkan ke Polandia dari Jerman dan bahwa Polandia tengah membangun fasilitas untuk menampung mereka," ujar Trump.
Trump sempat mengatakan jika mereka tengah membicarakan tentang 2.000 tentara tambahan. Namun hasil akhirnya jumlah tentara tambahan yang disepakati akan dikirim hanya separuhnya.
Pada kesempatan itu, Trump dan Duda juga membahas tentang rencana pembelian 30 jet tempur siluman F-35 oleh Polandia. Presiden AS bahkan memamerkan kecanggihan jet tempur F-35 buatan negaranya.
Trump memerintahkan Angkatan Udara AS untuk menerbangkan beberapa unit jet tempur F-35 di atas Gedung Putih. Dia mengajak mitranya dari Polandia itu untuk menyaksikan atraksi udara oleh jet tempur F-35 dari halaman Gedung Putih. (RM)