Iran Aktualita 10 Agustus 2019
-
Para peraih medali Olimpiade Ilmiah dan Bola Voli Iran bertemu Rahbar
Transformasi Iran sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya pertemuan Rahbar dengan para pemuda berprestasi dan peraih medali dalam olimpiade sains dunia, militer Iran memperkenalkan rudal pintar baru dengan akurasi tinggi.
Iran akan memperkuat keamanan perbatasan di tengah perkembangan di wilayah Asia Barat. Isu terakhir mengenai pernyataan menhan Iran tentang penyebab ketidakamanan di kawasan.
Rahbar Minta Pemuda Iran tidak Puas dengan Kemajuan Saat Ini
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan para pemuda berprestasi dan peraih medali dalam olimpiade sains dunia, meminta mereka untuk tidak puas dengan kemajuan saat ini.
Sebanyak 115 pemenang medali olimpiade ilmiah nasional dan internasional serta anggota tim voli pemuda Iran bertemu Ayatullah Khamenei di Tehran, Rabu (7/8/2019) pagi.
Dalam pertemuan ini, Rahbar mendorong para pemuda untuk mempertahankan prestasi mereka dan mengatakan, orang-orang yang berbakat memiliki jalan tanpa akhir di hadapan mereka, dan kemampuan umat manusia tidak terbatas dan luar biasa. Jangan biarkan kapasitas dan bakat Anda berhenti di level ini. Ketika Anda memenangkan medali, Anda harus terus bergerak maju.
Mengacu pada kemenangan tim bola voli pemuda Iran dalam kejuaraan dunia di Bahrain, Ayatullah Khamenei menuturkan, "Alhamdulillah, para atlet muda kami memberi kami kebanggaan dan kehormatan. Di mana (mereka bertarung)? Di negara yang orang-orangnya tentu saja bersahabat dengan kita, tetapi pemerintah tidak bersahabat dengan kita. Di sana, Anda berdiri di atas segalanya, ini sangat berharga. Rakyat Iran menjadi senang; dan saya juga menjadi sangat bahagia."
Rahbar lebih lanjut menyinggung tentang keterbelakangan yang dipaksakan atas rakyat Iran pada masa Qajar dan Pahlavi, dan mendesak para intelektual muda dan orang-orang berbakat untuk bergerak maju dalam mengejar dan mengembangkan kemajuan.
"Kita dihentikan, sementara dunia maju. Terlepas dari semua upaya kita pasca Revolusi Islam, terutama selama 20 tahun terakhir di ranah sains dan teknologi, kita masih mengalami banyak keterbelakangan dan tugas paling penting dari generasi muda yang berbakat, di samping memacu kesuksesan ilmiah, adalah untuk menerobos sekat-sekat sains dan teknologi," imbuhnya.
Ayatullah Khamenei menambahkan, para elit dan generasi masa depan diharapkan dapat menemukan ratusan bidang baru seperti nano dan fenomena yang tidak diketahui dalam sains, biologi dan teknologi, serta tidak puas hanya melanjutkan kemajuan ilmiah saat ini.

Iran Perkenalkan Rudal Pintar Baru dengan Akurasi Tinggi
Peluru kendali pintar dan canggih "Yasin", "Balaban" serta beberapa rudal balistik genarasi baru Ghaem produk dalam negeri Iran, dipamerkan pada Selasa (6/8/2019) di Tehran.
Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami pada acara itu mengatakan, hari ini penjagaan dan peningkatan kekuatan pertahanan sebagai salah satu konsep kekuatan dalam sistem global, menjadi hal yang sangat urgen, dan Iran tidak akan mengabaikan sedikit pun masalah penting ini.
Brigjen Hatami terkait rudal Balaban menuturkan, peluru kendali ini memiliki sayap fleksibel untuk meningkatkan daya jangkau, dan sistem kendali untuk menambah akurasi.
Sehubungan dengan rudal Yasin, Menhan Iran menjelaskan, peluru kendali jarak jauh ini adalah rudal pintar yang bisa ditembakkan dari jarak lebih dari 50 kilometer, dan dikendalikan ke arah target untuk menghancurkannya.
"Rudal-rudal ini dapat dioperasikan di semua kondisi baik di air atau udara, siang atau malam, dan bisa dipasang di pesawat nirawak ataupun berawak, dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan sistem serta memiliki kemampuan operasi jarak pendek dan jauh," ungkapnya.
Dia Iran juga menerangkan tentang rudal balistik seri Ghaem generasi baru. Menurutnya, rudal balistik ini memiliki akurasi setengah meter lebih baik dan bisa dipasang pada berbagai jenis pesawat nirawak, helikopter dan jet tempur untuk menghancurkan pertahanan, konsentrasi pasukan musuh dan menembak target bergerak.
Tiga varian Ghaem diperkenalkan pada 6 Agustus 2019. Ghaem-1 tampaknya merupakan senjata yang terlihat di pesawat nirawak Mohajer-6, sedangkan Ghaem-5 adalah versi yang lebih besar. Ghaem-9 lebih besar lagi dan memiliki sirip dipasang lebih jauh ke depan.
Iran Perkuat Keamanan Perbatasan
Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran), mengatakan ancaman dan realitas di wilayah Asia Barat menuntut penguatan keamanan perbatasan Iran lebih dari sebelumnya.
Brigadir Jenderal Hossein Salami, seperti dilansir IRNA, Jumat (9/8/2019) menambahkan, Iran menghadapi berbagai jenis ancaman dari musuhnya dan Republik Islam harus membuat perbatasannya tidak bisa ditembus. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Darat Pasdaran di Kermanshah, barat Iran.
Brigjen Salami menyebut pengamanan perbatasan dan pengawasan terhadap pergerakan kelompok teroris sebagai sebuah prestasi besar bagi Angkatan Bersenjata Iran. "Keberhasilan ini menghadirkan kepuasan, ketenangan dan kenyamanan bagi rakyat Iran, terutama di daerah-daerah perbatasan," tambahnya.
Dia juga menekankan kesiapan Angkatan Bersenjata Iran untuk melawan segala bentuk ancaman musuh.
Sebelum ini, Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri mengatakan, Iran telah menunjukkan kekuatan dan ketegasannya dalam menjaga perbatasan maritim. Dia menegaskan bahwa perlindungan dan penjagaan atas perbatasan Iran sebagai garis merah negara ini.
"Tidak ada negara yang punya hak untuk melanggar perbatasan Iran. Republik Islam telah menunjukkan kekuatan dan ketegasan responnya dalam hal ini," ujarnya.
Menhan Iran: AS, Penyebab Utama Ketidakamanan di Kawasan
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami mengatakan, koalisi militer yang dibentuk Amerika Serikat dengan dalih menjamin keamanan pelayaran regional akan meningkatkan ketidakamanan di kawasan.
Hal itu dikatakan Hatami dalam percakapan telepon dengan mintranya dari Qatar Khalid bin Mohammad bin Abdullah al-Attiyah, dari Kuwait Sheikh Nasser Bin Sabah Al-Ahmad Al-Sabah, dan dari Oman Badr bin Saud bin Harib al-Busaidi, Kamis (8/8/2019).
Dia menegaskan, AS adalah penyebab utama ketidakamanan di kawasan. "Keamanan regional adalah masalah umum Iran dan negara-negara tetangga lainnya di Teluk Persia, dan negara-negara di kawasan ini harus melakukan dialog konstruktif dalam masalah tersebut," imbuhnya.
Hatami menyebut perluasan hubungan dengan negara-negara tetangga sebagai prinsip mendasar kebijakan luar negeri dan pertahanan Iran.
"Bagi Republik Islam Iran, ketidakamanan di masing-masing negara atau menciptakan ketidakamanan terhadap salah satu negara regional tidak dapat diterima, dan wilayah di kawasan tidak seharusnya menjadi tempat bagi asing," pungkasnya. (RM)