Amerika Tinjauan Dari Dalam 16 Mei 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i81378-amerika_tinjauan_dari_dalam_16_mei_2020
Perkembangan di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir diwarnai oleh beberapa isu penting antara lain: kritikan ketua DPR AS terhadap kinerja Trump dalam menangani virus Corona dan pemerintah AS kembali mempermasalahkan peluncuran satelit oleh Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 16, 2020 13:27 Asia/Jakarta
  • Presiden Donald Trump.
    Presiden Donald Trump.

Perkembangan di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir diwarnai oleh beberapa isu penting antara lain: kritikan ketua DPR AS terhadap kinerja Trump dalam menangani virus Corona dan pemerintah AS kembali mempermasalahkan peluncuran satelit oleh Iran.

Isu lain dari AS terkait dengan desakan negara itu kepada Dewan Keamanan PBB untuk melucuti senjata Hizbullah Lebanon. Dan terakhir mengenai ancaman Trump untuk mengakhiri hubungan Amerika-Cina.

Ketua DPR AS Minta Trump Berbicara Jujur tentang Virus Corona

Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi meminta Presiden Donald Trump untuk berkata jujur mengenai penyebaran virus Corona di Amerika. "Ini adalah bencana terbesar yang pernah dihadapi negara kita," kata Pelosi dalam wawancara dengan media The Associated Press, Rabu (13/5/2020) malam.

"Saya berpikir presiden harus berkata yang sebenarnya dan kebenaran adalah apa yang dikatakan oleh para ilmuwan tentang tantangan yang kita hadapi," imbuhnya.

Pelosi meminta Trump bersikap jujur dan membuat keputusan berdasarkan itu, bukannya berbohong kepada rakyat dan bertindak ekstrem. Tidak seperti Trump yang ingin membuka kembali kegiatan ekonomi di tengah penyebaran virus Corona, Pelosi menegaskan, "Orang-orang harus tetap di rumah sampai dilakukan tiga juta tes Corona per hari."

Mengenai tuduhan Trump terhadap Cina, Pelosi menuturkan, "Menurut pendapat saya, memusatkan seluruh perhatian pada Cina di masa sekarang adalah melenceng dari prioritas-prioritas penting dan ini tidak boleh menggantikan prioritas utama AS."

Trump dihujani kritik karena menganggap remeh virus Corona dan tidak bertindak cepat menangani penyebaran virus ini di Amerika.

Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS, dalam rapat dengar pendapat dengan Senat mengatakan, angka sebenarnya korban meninggal akibat virus Corona di Amerika, jauh lebih besar dari data resmi.

Dr. Anthony Fauci pada Selasa (12/5/2020) dalam rapat dengar pendapat melalui video conference untuk membahas kinerja pemerintah Presiden Donald Trump, dalam menangani wabah Covid-19 menuturkan, jumlah korban akibat Covid-19 di Amerika kemungkinan lebih besar dari data resmi yang diumumkan pemerintah.

Fauci memperingatkan langkah terburu-buru membuka aktivitas ekonomi di Amerika dan menjelaskan, mayoritas kita merasa jumlah korban lebih besar dari data resmi, pastinya kita tidak tahu berapa persen, tapi lebih tinggi.

Nancy Pelosi.

AS Belum bisa Meredam Kemarahan Melihat Satelit Iran di Luar Angkasa

Perwakilan Tetap AS untuk PBB, menyebut peluncuran satelit oleh Iran telah melanggar resolusi Dewan Keamanan. Seperti dilansir The Associated Press, AS menuduh Iran melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB yang menyetujui perjanjian nuklir JCPOA, dengan meluncurkan satelit Nour pada April lalu, dan Iran terus melanggar embargo senjata PBB.

Perwakilan Tetap AS untuk PBB, menyampaikan klaim itu dalam pertemuan informal para pakar dari komite Dewan Keamanan, yang memantau pelaksanaan resolusi tersebut.

"Resolusi PBB melarang Iran dari melakukan kegiatan apapun yang berkaitan dengan rudal balistik, yang dirancang untuk dapat membawa hulu ledak nuklir," kata para diplomat AS dalam pertemuan yang digelar hari Rabu (13/5/2020).

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada 22 April lalu, sukses meluncurkan satelit militer pertama Iran untuk kepentingan pertahanan. Satelit Nour diterbangkan dengan roket peluncur tiga tahap, Qased dan mengorbit bumi pada ketinggian 425 kilometer.

Iran menekankan bahwa program antariksanya sama sekali berbeda dengan klaim AS, yang menuding Tehran mengembangkan rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir. AS dan sekutunya melakukan propaganda dengan tujuan meremehkan prestasi Iran di bidang sains dan teknologi serta mengesankannya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan.

AS Desak DK PBB Lucuti Senjata Hizbullah

Wakil Tetap Amerika Serikat untuk PBB, menekankan urgensi penguatan pasukan UNIFIL di perbatasan Lebanon dan Palestina pendudukan, dan mendesak PBB melucuti senjata Hizbullah.

Kelly Craft pada Kamis (14/5/2020) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk melucuti senjata Hizbullah Lebanon.

Seperti ditulis surat kabar The Jerusalem Post, Kelly Craft dalam sidang terbuka DK PBB untuk membahas resolusi 1559, menuntut penguatan partisipasi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL sehingga bisa menyelidiki dan memata-matai aktivitas Hizbullah.

"AS sangat mengkhawatirkan berlanjutnya operasi milisi bersenjata di luar zona kontrol pemerintah, pengiriman senjata dari Iran dan Suriah ke Hizbullah, juga pemain non-pemerintah lain di Lebanon," katanya.

Wakil Tetap AS untuk PBB ini menjelaskan, "Kami meminta semua anggota DK PBB untuk merealisasikan embargo senjata secara serius. Sekali lagi sejumlah laporan menunjukkan tidak ada kemajuan signifikan dalam perlucutan senjata milisi bersenjata Lebanon atau non-Lebanon. Sejak resolusi 1559 dirilis pada 2004, tidak diambil langkah-langkah jelas untuk menyelesaikan masalah krusial ini."

Seperti ditulis The Jerusalem Post, Kelly Craft mempertanyakan legitimasi Hizbullah dalam konstitusi Lebanon, dan meminta DK PBB untuk memastikan berlanjutnya aktivitas UNIFIL di negara itu.

Trump Ancam Putus Hubungan Total dengan Cina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Cina dengan pemutusan total hubungan kedua negara.

Trump kepada televisi Fox Business, Kamis (14/5/2020) mengancam Cina dengan pemutusan total hubungan dan mengklaim pemutusan hubungan dengan Beijing akan menghemat 500 miliar dolar bagi Washington.

Trump dan sejumlah petinggi Amerika yang mendapat kritikan tajam akibat lalai melawan wabah Corona selama beberapa pekan lalu condong mengkritik Cina dan berusaha menyebut Beijing bertanggung jawab atas pandemi Corona di dunia.

Trump dan Menlu AS Mike Pompeo mengklaim bahwa Cina menyembunyikan berbagai informasi terkait penyebaran wabah Corona dan tidak memberi data transparan mengenai wabah ini kepada dunia.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin juga mengklaim bahwa Cina tidak memberi data dan informasi yang cukup mengenai Corona dan Donald Trump tengah mengkaji opsinya untuk menghadapi Beijing.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina merespon ancaman presiden AS untuk memutus hubungan dengan Beijing. Zhao Lijian mengatakan, pemutusan hubungan Washington dengan Beijing akan merugikan Amerika Serikat.

Menurutnya, Amerika sedang menebarkan konspirasi anti-Beijing terkait virus Corona. (RM)