Transformasi Asia Barat, 5 Desember 2020
https://parstoday.ir/id/news/other-i87937-transformasi_asia_barat_5_desember_2020
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai angka kematian warga Yaman dalam serangan koalisi Saudi, dan puluhan penyandang disabilitas Palestina ditawan oleh Israel.
(last modified 2026-03-05T07:47:08+00:00 )
Des 05, 2020 13:57 Asia/Jakarta
  • Konvoi pasukan Amerika di wilayah Suriah.
    Konvoi pasukan Amerika di wilayah Suriah.

Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai angka kematian warga Yaman dalam serangan koalisi Saudi, dan puluhan penyandang disabilitas Palestina ditawan oleh Israel.

Selain itu, pemerintah Bahrain mengakui barang yang diproduksi di Tepi Barat, Palestina sebagai Made in Israel, AS kembali mengerahkan pasukannya di Irak ke Suriah, dan terakhir tentang manuver drone Hizbullah Lebanon di wilayah pendudukan Palestina.

Yaman Ungkap Angka Kematian Akibat Serangan Arab Saudi

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Yaman, Ali Saleh Taisir mengatakan jumlah sebenarnya orang Yaman yang terbunuh dalam agresi Arab Saudi mencapai lebih dari 291 ribu orang, dan 11 juta warga Yaman juga menderita gizi buruk.

“Apa yang terjadi di Yaman adalah aib bagi PBB karena sikap bungkamnya terhadap kejahatan Al Saud telah mendorong para agresor untuk melanjutkan serangannya,” ujarnya dalam wawancara dengan televisi al-Alam, Kamis (3/12/2020).

Ali Taisir mencatat bahwa Saudi menggunakan senjata yang dilarang secara internasional dalam menyerang wilayah Yaman, terutama Provinsi Saada, itulah sebabnya provinsi ini paling porak-poranda dalam agresi Al Saud. “Wanita dan anak-anak paling menderita dalam perang yang mematikan ini. Sarana infrastruktur Yaman telah hancur total dan kerusakannya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar,” jelasnya.

Arab Saudi – dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain – melancarkan serangan militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan kemudian memblokade negara itu dari darat, laut, dan udara.

Sementara itu, sejumlah tentara bayaran koalisi Saudi kembali membelot dan bergabung dengan tentara dan komite rakyat Yaman. Seperti dilaporkan televisi al-Mayadeen, Jumat (4/12/2020), 25 tentara bayaran dari koalisi agresi Saudi di wilayah al-Khubah, Provinsi Jizan, bergabung dengan tentara dan pasukan rakyat Yaman di Sana'a pada Kamis malam.

Sebelumnya, 15 orang dari pasukan Presiden terguling Yaman Mansour Hadi, di Provinsi al-Jawf juga bergabung embali dengan tentara nasional Yaman setelah memperoleh amnesti. Keputusan ini dipimpin oleh Brigadir Jenderal Hamad Rashid al-Hazmi, kepala Dewan Suku Kesepuluh dan komandan Brigade Al Ezz.

Anak-anak Yaman menjadi korban utama serangan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Puluhan Penyandang Disabilitas Palestina Ditawan oleh Israel

Pakar urusan tahanan dan veteran tahanan Palestina, Abdul Naser Ferwaneh mengatakan sekitar 70 penyandang disabilitas Palestina saat ini ditahan di penjara rezim Zionis.

Hal itu disampaikan Ferwaneh pada hari Kamis, 3 Desember 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina.

Dia mencatat bahwa Israel pada Hari Disabilitas Internasional, meningkatkan serangannya terhadap penyandang disabilitas di wilayah pendudukan Palestina dan sama sekali tidak menghormati hak-hak mereka. “Rezim Zionis memenjarakan puluhan orang dengan cacat fisik dan mental di dalam penjara, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap semua kesepakatan dan perjanjian internasional,” ucap Ferwaneh.

Sedikitnya 700 tahanan Palestina di dalam penjara Israel menderita berbagai penyakit, termasuk 40 tahanan yang menderita kanker, gagal ginjal, diabetes tingkat lanjut, dan tekanan darah tinggi. Sekitar 4.800 tahanan Palestina ditahan di penjara-penjara rezim Zionis termasuk 170 anak-anak, 39 wanita, dan puluhan orang lansia.

Panyandang disabilitas Palestina.

Akui Produk Tepi Barat sebagai Made in Israel, BDS Kecam Bahrain

Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi anti-Israel (BDS) menganggap pengakuan pemerintah Bahrain terhadap barang yang diproduksi di daerah pemukiman Zionis, sebagai bentuk partisipasi Bahrain dalam kejahatan perang Israel terhadap rakyat Palestina.

Seperti dikutip Pusat Informasi Palestina, Koordinator BDS Mahmoud Nawajaa pada hari Jumat (4/12/2020) mereaksi pernyataan Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Bahrain, Zayed bin Rashid Al Zayani yang berniat mengakui barang-barang yang diproduksi di daerah pemukiman Zionis di Tepi Barat sebagai "Buatan Israel."

"Pemukiman Zionis yang dibangun di wilayah Palestina pendudukan sejak tahun 1967 adalah ilegal, dan penggunaan produk dari pemukiman tersebut juga ilegal," tegas Nawajaa.

Menurut koordinator BDS ini, pernyataan menteri Bahrain menunjukkan tingginya ketergantungan rezim Bahrain pada pemerintahan AS saat ini dan rezim Zionis Israel.

Sementara itu, anggota senior Hamas, Sami Abu Zuhri mengecam rencana Bahrain untuk mengimpor barang-barang yang diproduksi di daerah pemukiman Zionis dan melabelinya sebagai "made in Israel." "Statemen menteri Bahrain merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan bukti kejatuhan mereka serta berdirinya mereka di barisan penjajah untuk melawan Palestina," tegasnya.

Zayed Al Zayani dalam pertemuan dengan para pejabat Tel Aviv pada Selasa lalu, mengatakan Bahrain tidak akan membedakan antara produk Israel dan barang yang diproduksi di daerah pemukiman Zionis di Tepi Barat. "Kami akan memperlakukan barang-barang tersebut sebagai buatan Israel," ujarnya.

AS kembali Kirim Pasukan dari Irak ke Suriah

Sebuah konvoi yang membawa peralatan militer dan logistik milik pasukan Amerika Serikat tiba di timur laut Suriah dari Irak. Seperti dilansir situs Shafaq News, Observatorium Suriah untuk HAM pada Kamis (3/12/2020) malam, menyatakan konvoi pasukan AS termasuk 40 truk yang membawa logistik, peralatan militer, dan tanker bahan bakar tiba di pangkalan militer mereka di Provinsi al-Hasakah melalui pos penyeberangan al-Waleed, Irak.

Militer AS bekerja sama dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) telah menduduki sebagian ladang minyak Suriah di daerah al-Jazeera dan menjarah kekayaan bangsa Suriah. Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan truk yang membawa senjata, peralatan militer, dan logistik telah menduduki ladang minyak Suriah.

Presiden Bashar al-Assad dalam sebuah pernyataan, menyamakan AS dengan rezim Nazi Jerman dan mengatakan bahwa Washington sedang menjarah minyak Suriah.

Drone Hizbullah Lebanon.

Drone Hizbullah Tembus Wilayah Israel

Di akhir bulan Oktober 2020, di puncak kesiagaan militer rezim Zionis Israel, sebuah pesawat tanpa awak Hizbullah, Lebanon berhasil menembus, dan masuk wilayah udara Palestina pendudukan. Drone itu kemudian kembali ke Lebanon setelah melakukan pemotretan tanpa diketahui musuh.

Fars News (3/12/2020) melaporkan, surat kabar Lebanon, Al Akhbar, Kamis (3/12) menulis, pada 25 Oktober 2020, militer Israel menggelar manuver besar bersandi "Lethal Arrow" yang di dalamnya berisi latihan simulasi perang di beberapa front, khususnya front utara dekat perbatasan Lebanon, dan Suriah.

Salah satu tujuan utama Israel menggelar manuver militer besar yang turut diikuti armada helikopter, dan jet tempur itu adalah mengalahkan Hizbullah.

Menurut keterangan militer Israel, tujuan manuver militer Lethal Arrow adalah untuk mencegah masuknya segala jenis drone dengan berbagai bobot. Akan tetapi sebuah drone milik Hizbullah pada bulan yang sama berhasil masuk ke wilayah Al Jalil, di Palestina pendudukan, tanpa terdeteksi radar Israel, dan kembali ke Lebanon membawa informasi. (RM)