-
Korut: AS Sudah Lewati Garis Merah dan Umumkan Perang
Jul 28, 2016 13:35Seorang diplomat senior Korea Utara untuk urusan Amerika mengatakan, dengan mancantumkan nama Kim Jong-un, Pemimpin Korut dalam daftar orang-orang yang dikenai sanksi, Washington telah melanggar garis merah dan pada kenyataannya sudah mengumumkan perang.
-
Kim Jong-un Lakukan 31 Kali Uji Coba Rudal Balistik
Jul 27, 2016 09:12Korea Utara menembakkan rudal balistik sebanyak 31 kali selama lima tahun terakhir.
-
Menlu ASEAN Desak Korut Patuhi Resolusi PBB
Jul 26, 2016 09:09Para menteri luar negeri ASEAN pada Senin (25/7/2016), mendesak Korea Utara untuk mematuhi semua resolusi Dewan Keamanan PBB, yang menyerukan negara itu untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya.
-
Menlu Cina dan Korut Berdialog di Sela-Sela Pertemuan ASEAN
Jul 25, 2016 13:40Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bertemu dengan timpalannya dari Korea Utara Ri Yong-Ho, Senin (25/7) di sela-sela pertemuan para menteri ASEAN di Vientiane.
-
Strategi Baru Korut Kirim Program Radio Propaganda
Jul 22, 2016 13:12Korea Utara untuk pertama kalinya dalam 16 tahun terakhir, memulai pengiriman pesan-pesan radio untuk merekrut mata-mata di Korea Selatan.
-
Sistem Anti-Rudal TAD Dinilai Mampu Hadang Rudal Korut
Jul 21, 2016 23:51Militer Korea Selatan mengumumkan, sistem anti-rudal TAD mampu melacak dan menghadang rudal Rodong milik Korea Utara.
-
Korsel Tawarkan Perundingan Damai dengan Korut
Jul 21, 2016 10:00Ketua Institut Unifikasi Korea Selatan, Choi Jinwook menyatakan kesiapan negaranya untuk memulai perundingan damai dengan pemerintah Korea Utara.
-
Korut Lakukan Simulasi Serangan ke Korsel
Jul 20, 2016 07:20Pemerintah Korea Utara menyatakan telah melakukan simulasi serangan ke Korea Selatan.
-
Korut Tembakkan Tiga Rudal Balistik
Jul 19, 2016 07:47Korea Utara menembakkan tiga rudal balistik lebih dari sepekan setelah mengancam respon fisik terhadap penempatan sistem rudal AS di Korea Selatan.
-
Pembelaan Presiden Korsel Soal Penempatan Rudal TAD
Jul 11, 2016 13:52Presiden Korea Selatan membela keputusan terbaru negara itu dan Amerika Serikat, untuk menempatkan sistem rudal canggih TAD di Korea Selatan.