Menhan Yaman: Saudi Hanya Punya Satu Pilihan, Akui Kalah !
-
Menhan Yaman, Mohammed Nasser Al-Atefi
Menteri Pertahanan Yaman menekankan bahwa koalisi agresor Saudi tidak punya pilihan selain menerima kekalahan dan meninggalkan Yaman.
Kantor berita Saba hari Selasa (13/7/2021) melaporkan, Menteri Pertahanan Yaman Mohammed Nasser Al-Atefi pada Senin malam mengatakan bahwa kendali perang bersejarah dan menentukan melawan di negaranya tidak lagi berada di tangan para agresor, tetapi para komandan dan pemimpin revolusioner Yaman.
"Yaman memiliki kemampuan pertahanan dan ofensif di berbagai tingkat pelatihan, senjata dan taktik, bersama itikad baja rakyat Yaman yang tidak dipatahkan, dan dukungan umat Islam, teruitama yang berada di garis depan perlawanan," ujar menhan Yaman.
"Para agresor akan membayar harga yang mahal jika terus menggunakan kekuatannya untuk menyerang Yaman," tegasnya.
Di bagian lain statemennya, Al-Atefi mengungkapkan bahwa koalisi agresor telah menggunakan milisi teroris, terutama Al Qaeda dan Daesh untuk melawan rakyat Yaman.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain, telah melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan melakukan blokade darat, laut dan udara terhadap negara tetangganya itu.
Pecahnya perang yang disulut oleh Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 16.000 warga Yaman, melukai puluhan ribu orang, dan membuat jutaan warga Yaman mengungsi.(PH)