Hizbullah: AS Sengaja Blokir Akses Migas Lebanon
Kepala Dewan Eksekutif Gerakan Hizbullah menekankan bahwa Amerika Serikat mencegah rakyat Lebanon mendapatkan akses ke sumber daya minyak dan gas negara itu.
Sayid Hashem Safieddine, Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon Minggu (5/6/2022) malam mengatakan, “Amerika Serikat mencegah rakyat Lebanon mendapatkan akses ke sumber daya minyak dan gasnya, padahal masalah ini salah satu faktor terpenting untuk mengeluarkan Lebanon dari krisis,".
"Amerika Serikat, bersama dengan beberapa tentara bayarannya, mencoba menyalahkan Hizbullah atas situasi di Lebanon saat ini dengan menargetkan perlawanan,"ujar Sayid Safieddine.
"Kinerja politik yang buruk dan korupsi selama beberapa dekade terakhir membawa Lebanon ke arah krisis, yang memicu konsekuensi keuangan dan ekonomi yang parah," tegas Hizbullah Lebanon.
"Kita bisa melakukannya. Lebanon yang kuat akan mampu mengekstrak minyak dan gasnya, bahkan jika Amerika Serikat menentangnya sekalipun," tambahnya.
Sementara itu, sumber-sumber Lebanon melaporkan bahwa sebuah kapal milik rezim Zionis sementara memasuki ladang "Karish" yang disengketakan untuk mulai mengekstraksi gas dari ladang ini, dan memulai penjarahan gas Lebanon.
Presiden Lebanon Michel Aoun menanggapi langkah rezim Zionis tersebut dengan mengatakan bahwa negosiasi tentang demarkasi perbatasan laut selatan dengan rezim Zionis sedang berlangsung, dan setiap tindakan atau aktivitas di daerah yang disengketakan merupakan provokasi dan tindakan permusuhan.(PH)