Menlu Lebanon: Bekaa dan Suriah Lahan Subur untuk Gandum
Menteri Luar Negeri Lebanon menyarankan agar gandum dapat ditanam di Suriah dan Dataran Bekaa di Lebanon selatan untuk memenuhi kebutuhan gandum negara-negara Arab.
Lebanon telah menghadapi sejumlah masalah sejak 2019 karena krisis keuangan yang disebabkan oleh sanksi yang berpusat pada AS, kelangkaan valuta asing, dan kekurangan bahan bakar yang parah.
Russia Today melaporkan, Abdallah Bou Hbaib berbicara pada konferensi yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Italia dengan partisipasi Lebanon, Turki, Jerman dan beberapa negara dan lembaga lain tentang ketahanan pangan hari Rabu (8/6/2022) mengatakan,"Tanah Suriah dan dataran Bekaa di Lebanon sangat subur, dengan dukungan finansial dan teknologi FAO dapat memenuhi kebutuhan produk pertanian negara-negara Arab,".
Bou Habib juga menekankan perlunya menghentikan perang di Ukraina dan menekan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan krisis guna memfasilitasi ekspor biji-bijian dan bahan pertanian lainnya tanpa penundaan.
Menteri Luar Negeri Lebanon menyebut masalah rakyat Lebanon sebagai akibat dari migrasi pengungsi dan pencari suaka dari Suriah dan Palestina yang membutuhkan dukungan komunitas internasional untuk mengatasinya.
Di bagian lain pidatonya, Menteri Luar Negeri Lebanon memuji proses baru yang dilakukan oleh Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pederson, berkoordinasi dengan otoritas Damaskus untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan memfasilitasi kembalinya pengungsi Suriah.
Kementerian Ekonomi Lebanon sebelumnya telah mengumumkan bahwa negaranya telah mengimpor gandum dari Ukraina selama beberapa dekade, dan memasok kebutuhan gandumnya sekitar 80 persen pada tahun 2020.(PH)