Faksi-faksi Politik Irak Sepakat Lanjutkan Pembicaraan
Salah satu pemimpin Kerangka Koordinasi Syiah Irak mengatakan bahwa semua kelompok yang hadir dalam pertemuan itu menyepakati kelanjutan pembicaraan.
Pada hari Rabu (17/8/2022), presiden, perdana menteri dan ketua parlemen Irak bersama sejumlah perwakilan dari partai negara ini berpartisipasi dalam pertemuan yang membahas solusi keluar dari krisis saat ini.
Pemilu dini legislatif Irak diadakan pada 10 Oktober 2021, tetapi arus politik negara itu belum dapat membentuk pemerintahan baru, karena perbedaan politik sejauh ini, meskipun 10 bulan telah berlalu sejak pemuli digelar.
Menurut Baghdad Al-Youm, Turki al-Otabi, salah satu pemimpin kerangka koordinasi Syiah Irak hari Kamis (18/8/2022) mengatakan bahwa fokus utama pertemuan itu adalah dialog sebagai langkah terbaik untuk mengatasi krisis.
"Penyelenggaraan administrasi negara ini tidak mungkin tanpa konsensus nasional dan koordinasi antara kelompok-kelompok politik," ujar Al-Otabi.
"Semua kelompok yang hadir pada pertemuan tersebut menyetujui kelanjutan pembicaraan dan mengadakannya di pekan depan, dan mengundang kelompok Sadr untuk menghadiri pertemuan ini," tegasnya.(PH)