Hakim Serukan Pembentukan Pemerintahan Kuat dan Adil di Irak
Pemimpin gerakan kebijaksanaan nasional Irak menyerukan pembentukan pemerintahan yang kuat dan adil di negara ini.
Pemilihan legislatif dini Irak diadakan pada 10 Oktober 2021, tapi arus politik negara itu belum mampu membentuk pemerintahan baru, karena perbedaan politik mereka.
Seyyed Ammar Hakim, Pemimpin Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak, mengeluarkan pernyataan pada Rabu (31/8/2022) malam, dengan mengatakan, "Selama dua hari terakhir, kita telah menyaksikan peristiwa tragis perpumpahan darah orang yang terkasih di negara ini."
"Kami ingin terwujudnya pemerintahan yang kuat dan adil, yang bersumber dari keyakinan yang mendalam, dan ini adalah satu-satunya jaminan untuk mengakhiri penderitaan rakyat," ujar Hakim.
"Irak sedang melalui tantangan yang harus diatasi dengan bahasa akal, logika dan dialog, di mana kepentingan nasional harus berada atas semua kepentingan faksi dan partai yang sempit," tegasnya.
Pada hari Senin, setelah pengumuman pengunduran diri Moqtada Sadr dari dunia politik, para pendukung gerakan Sadr menyerang istana presiden dan perdana menteri Irak di Zona Hijau Baghdad yang menyebabkan beberapa ratus orang tewas dan terluka selama konflik di area ini.(PH)