Hizbullah Tegaskan Urgensi Pembentukan Pemerintahan Baru
Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menekankan perlunya membentuk pemerintahan baru.
Sheikh Naim Qassem di akun Twitternya menanggapi dinamika Lebanon hari Selasa (11/10/2022) dengan mengatakan, "Posisi kami dalam gerakan Hizbullah menegaskan urgensi pembentukkan pemerintah sebelum pemilihan presiden, bahkan jika ada beberapa hari lagi."
"Sekarang kami lebih tertarik pada masalah ini karena tugas pertama pemerintah adalah menyelamatkan Lebanon dari kekacauan politik yang mungkin terjadi selama pemilihan presiden," ujar Sheikh Qassem.
Menanggapi masalah pemilu presiden, Sheikh Naim Qassem mengungkapkan, "Ada dua kategori presiden dalam masalah pemilu. Pertama kategori presiden kontroversial yang berusaha untuk menghadapi dan memaksakan pandangannya selaras dengan Amerika dan kehancuran Lebanon. Kedua, presiden yang memiliki visi nasional dan fleksibelserta berupaya menyelesaikan masalah sulit melalui dialog dan tidak menyerah kepada pihak asing,".
Sesi pertama sidang parlemen Lebanon diadakan untuk memilih presiden tanggal 29 September 2022, tetapi tidak ada kandidat yang dapat memenangkan dua pertiga suara.
Menurut laporan, 122 perwakilan dari total 128 anggota parlemen Lebanon berpartisipasi dalam pemungutan suara untuk memilih presiden.(PH)