Hizbullah Bongkar Plot Kedutaan AS dan Saudi Sulut Kerusuhan di Lebanon
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon mengkritik peran destruktif kedutaan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Beirut dalam memperuncing krisis internal Lebanon.
Para anggota parlemen Lebanon telah mencoba melakukan sidang pemungutan suara sebanyak empat kali dalam sebulan terakhir untuk menentukan pengganti Michel Aoun setelah akhir masa jabatannya sebagai presiden selama enam tahun. Tetapi mereka kembali gagal yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang intensifikasi krisis politik di negara ini.
Menurut situs Al-Nushra, Sheikh Ali Damoush, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah di Lebanon dalam khutbah hari Jumat (4/11/2022) menyinggung kekosongan jabatan presiden di negaranya setelah berakhirnya masa jabatan Michel Aoun, dengan mengatakan, “Kedutaan besar Amerika Serikat dan Arab Saudi bersama pengikut mereka di Lebanon menginginkan seorang presiden yang memisahkan sesama elemen bangsa Lebanon, memperdalam perbedaan dan membawa negara itu ke dalam hasutan dan konflik internal,".
"Kami menginginkan seorang presiden yang akan menyatukan rakyat Lebanon, menangani krisis mereka, memerangi korupsi dan melindungi negara, serta menghadapi musuh-musuh Lebanon," ujar Sheikh Damoush.
"Semakin lama kekosongan presiden Lebanon berlangsung, maka dampaknya terhadap situasi ekonomi dan mata pencaharian negara ini akan semakin besar," tegasnya.(PH)