Hizbullah: Drone Perlawanan Paksa Zionis Terima Persyaratan Lebanon
Ketua faksi Al-Wafa Lil-Muqamama yang berafiliasi dengan gerakan Hizbullah di Parlemen Lebanon menyatakan bahwa drone perlawanan telah membuat rezim Zionis takut berperang dengan Lebanon.
Rezim Zionis dan Lebanon baru-baru ini menandatangani kesepakatan tentang demarkasi perbatasan laut di pangkalan pasukan penjaga perdamaian PBB yang berbasis di Lebanon (UNIFIL) di Al Naqourah.
Menurut jaringan Al-Manar, Mohammad Raad, Ketua Fraksi Al-Wafa Lil-Muqamama hari Sabtu (5/11/2022) menyebut penandatanganan perjanjian tersebut sebagai keberhasilan front perlawanan.
Ra'ad dalam sebuah acara di Lebanon selatan kemarin mengatakan, "Hanya satu drone perlawanan selama negosiasi untuk menarik perbatasan laut menyebabkan musuh takut berperang dengan perlawanan dan menerima persyaratan Lebanon."
"Lebanon mencapai keberhasilan dalam negosiasi ini dengan merebut kembali hampir 850 kilometer persegi peraairan dan membebaskan sektor eksplorasi gas dan minyak. Ini masalah yang sebelumnya ditolak Zionis atas perintah Amerika," tegasnya
Sayid Hassan Nasrullah, Sekretaris Jenderal Gerakan Hizbullah Lebanon dalam pidatonya baru-baru ini memandang penandatanganan perjanjian perbatasan laut sebagai kemenangan besar bagi pemerintah, bangsa dan perlawanan Lebanon.(PH)