Arab Saudi Jadi Pusat Narkoba di Asia Barat
Arab Saudi adalah pengguna narkoba terbesar ketiga di dunia, dan menempati urutan pertama di Asia Barat.
Situs Saud Leaks mengutip laporan geopolitical Futures berjudul "Arab Saudi, Pusat Narkoba Timur Tengah" hari Senin (21/11/2022) melaporkan, dari 2015 hingga 2019, Arab Saudi menyumbang lebih dari 45 persen kasus penyitaan dan penemuan tablet amphetamine yang dikenal sebagai Captagon di dunia.
Menurut laporan resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, jumlah pecandu di negara ini mencapai 200.000 orang, tetapi menurut beberapa organisasi sipil, jumlah pecandu jauh lebih tinggi daripada data statistik resmi.
Arab Saudi adalah negara pengguna narkoba terbesar ketiga di dunia dan menempati urutan pertama di Asia Barat. Menurut undang-undang, hukuman untuk penggunaan dan perdagangan narkoba di Arab Saudi adalah hukuman mati, tetapi ini hanya berlaku untuk warga negara biasa dan imigran, sebab anggota keluarga yang berkuasa dibebaskan dari penuntutan.
Penggunaan narkoba di kalangan anak laki-laki dan perempuan di daerah perkotaan pada usia 18 hingg 29 tahun telah meningkat lebih banyak, dan lebih dari 60 persen pecandu berasal dari kelompok usia ini.
Evaluasi menunjukkan bahwa 90 persen pecandu adalah warga negara Saudi, dan 10 persen adalah imigran, yang merupakan 40 persen dari penduduk negara itu.
Sementara anggota keluarga penguasa Arab Saudi menggunakan kekebalan mereka dari penuntutan dalam kasus narkoba di negara ini.(PH)