Israel Akui Gagal Tumpas Intifada Al Quds
Mantan Menteri Dalam Negeri rezim Zionis Israel mengakui kegagalan rezim itu menumpas Intifada Al Quds.
Qodsna (4/7) melaporkan, Gideon Saar mengatakan, kita sudah memasuki bulan ke-9 dari Intifada Al Quds, dan tidak efektifnya langkah-langkah tegas dalam menghadapi operasi warga Palestina, merupakan sebuah kekalahan.
Gideon Saar juga memprotes kinerja kabinet Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel dan menuturkan, kabinet ini tidak mampu menjaga keamanan wilayah-wilayah Palestina.
Mantan Menteri Dalam Negeri Israel itu pada bulan Mei lalu juga memprotes kinerja kabinet Israel selama perang 50 hari Gaza dan menyebutnya sebagai sebuah kekalahan bagi Israel.
Sejumlah wilayah Palestina pendudukan sejak awal Oktober 2015 menyaksikan gelombang demonstrasi luas warga Palestina yang memprotes kebijakan rasialis Israel dan konspirasi memecah belah Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa.
Kejahatan-kejahatan Israel tersebut memicu pecahnya Intifada Al Quds.
Rakyat Palestina membalas aksi-aksi kejahatan Israel lewat Intifada Al Quds yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 30 pemukim Zionis.
Militer Israel dalam gelombang Intifada Al Quds ini telah membunuh lebih dari 225 warga Palestina. (HS)