Yaman Sambut Kesepakatan Iran dan Arab Saudi
Anggota senior Biro Politik Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman menilai kesepakatan antara Iran dan Arab Saudi di Beijing sebagai perjanjian positif.
Republik Islam Iran dan Arab Saudi menjalin kesepakatan di Beijing pada hari Jumat,10 Maret 2023 mengenai kelanjutan hubungan diplomatik mereka setelah tujuh tahun terhenti.
Berdasarkan perjanjian antara pejabat kedua negara, para menteri luar negeri Iran dan Arab Saudi akan bertemu satu sama lain dalam waktu paling lambat dua bulan untuk memberikan landasan implementasi mengenai pertukaran duta besar dan pembukaan kembali kedutaan, serta persyaratan lain untuk dimulainya kembali hubungan kedua negara.
Juru Bicara Gerakan Yaman Ansarullah Mohammed Abdul Salam hari Sabtu (11/3/2023) mengatakan, "Kami percaya bahwa perjanjian antara Iran dan Arab Saudi akan berdampak positif,".
"Kawasan ini membutuhkan pengembalian hubungan normal antara negara-negara, sehingga umat Islam dapat memastikan keamanannya yang hilang sebagai akibat dari intervensi luar negeri asing yang dipimpin AS dan rezim Zionis," tegasnya.
Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dengan dalih terjadi aksi penyerangan yang dilakukan beberapa orang terhadap keduatannya di Tehran dan konsulatnya di Mashhad.(PH)