Bashar Assad: Barat dan Zelensky Sulut Perang Dunia Ketiga
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i141746-bashar_assad_barat_dan_zelensky_sulut_perang_dunia_ketiga
Presiden Suriah mengatakan bahwa empat wilayah di timur dan selatan Ukraina yang bergabung dengan Federasi Rusia adalah tanah bersejarah negara itu, dan Barat telah memulai perang dunia ketiga dengan bantuan presiden Ukraina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 16, 2023 09:43 Asia/Jakarta
  • Bashar Assad: Barat dan Zelensky Sulut Perang Dunia Ketiga

Presiden Suriah mengatakan bahwa empat wilayah di timur dan selatan Ukraina yang bergabung dengan Federasi Rusia adalah tanah bersejarah negara itu, dan Barat telah memulai perang dunia ketiga dengan bantuan presiden Ukraina.

Referendum bergabungnya wilayah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia dengan Federasi Rusia digelar pada September 2022 dengan hasil mayoritas rakyat di keempat wilayah itu mendukungnya.

Presiden Suriah Bashar Assad, yang telah melakukan perjalanan ke Moskow untuk bertemu dengan pejabat Rusia dalam wawancara dengan saluran Ria Novosti hari Rabu (15/3/2023) mengatakan bahwa wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia adalah wilayah bersejarah Rusia, bahkan jika perang tidak terjadi.

"Pemerintah Suriah memandang daerah-daerah tersebut sebagai bagian dari wilayah Rusia, bahkan sebelum bergabung dengan Federasi Rusia, yang didasarkan pada fakta sejarah," ujar Assad.

Presiden Suriah mengungkapkan bahwa negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah memulai perang dunia ketiga di Ukraina.

"Sebelumnya perang dunia dalam bentuk tradisional dan tentara beberapa negara akan bertindak melawan kekuatan beberapa negara lain. Tetapi sekarang karena adanya senjata modern khususnya senjata nuklir memberikan efek jera pada peperangan tradisional, sehingga perang beralih ke perang proksi," papar Presiden Suriah.

Assad menunjukkan bahwa Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina saat ini berperang atas nama Barat.

"Sama seperti teroris yang menjadi tentara yang bertindak atas nama Barat di Suriah dan wilayah lain," tegasnya.

Pada 21 Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik ketidakpedulian Barat terhadap masalah keamanan Moskow, dan mengumumkan pengakuan terhadap kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk di wilayah Donbas.

Tiga hari kemudian, pada 24 Februari 2022, Putin melancarkan operasi militer, yang disebutnya operasi khusus, melawan Ukraina, sehingga mengubah hubungan Moskow dan Kyiv yang tegang menjadi konfrontasi militer.(PH)