Menteri Perang Rezim Zionis: Prakarsa Netanyahu Picu Lonjakan Biaya Militer
Menteri Perang rezim Zionis mengakui bahwa rencana reformasi yudisial yang diusung Benjamin Netanyahu telah menimbulkan kerugian besar bagi tentara dan lembaga keamanan Israel.
Yoav Gallant, Menteri Perang Rezim Zionis hari Senin (11/9/2023) mengakui bahwa rencana kontroversial Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis untuk meluncurkan reformasi peradilan telah menyebabkan kerugian besar bagi tentara dan keamanan Israel.
April lalu, Menteri Perang Rezim Zionis menuntut agar Netanyahu menghentikan implementasi rencana ini karena membahayakan keamanan internal Israel, yang menyebabkan perselisihan antara dia dan Netanyahu.
Pada saat itu, Gallant mengatakan,“Perpecahan yang semakin mendalam terjadi di institusi militer dan keamanan. Ini adalah bahaya yang jelas, langsung dan nyata terhadap keamanan Israel,”.
Sebuah surat kabar Zionis baru-baru ini mengakui bahwa militer Israel secara ketat menyembunyikan jumlah pembangkangan tentara menyusul krisis internal di tubuh rezim Zionis.
Sebelumnya, kabinet rezim Zionis, dengan dukungan perwakilannya di Knesset menyetujui rancangan undang-undang pencabutan bukti kewajaran dalam kerangka meloloskan rancangan undang-undang reformasi yudisial yang diajukan Netanyahu di Knesset.
Pengesahan undang-undang ini merupakan langkah awal dalam mengurangi kekuasaan sistem peradilan rezim Zionis.
Diperkirakan setelah disahkannya undang-undang ini, krisis dan perpecahan di tingkat politik dan massa Israel dan tentara rezim Zionis akan semakin intensif di masa depan.(PH)