Aktivis AS: Amerika Terlibat Kejahatan Israel di Gaza
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i155654-aktivis_as_amerika_terlibat_kejahatan_israel_di_gaza
Aktivis Amerika Serikat mengatakan bahwa pemerintah Amerika bersalah dan terlibat dalam serangan rezim Zionis terhadap Gaza.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 20, 2023 18:06 Asia/Jakarta
  • Aktivis AS: Amerika Terlibat Kejahatan Israel di Gaza

Aktivis Amerika Serikat mengatakan bahwa pemerintah Amerika bersalah dan terlibat dalam serangan rezim Zionis terhadap Gaza.

Situs Aljazeera melaporkan, Joyce Ajlouni, Sekretaris Jenderal Komite Layanan Kristen di Amerika Serikat menanggapi serangan Israel terhadap sebuah gereja tua di Gaza, Saint Porphyrius yang telah menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat Gaza yang tidak berdaya.

Aktivis kemanusiaan Amerika ini menekankan bahwa pemerintah Amerika terlibat dan bersalah dalam kasus ini.

"Biden berbicara tentang kedatangan bantuan kemanusiaan ke Gaza, tapi dua puluh truk untuk dua juta dua ratus ribu orang itu seperti lelucon!," ujar Ajlouny.

"Kita tahu bahwa sepanjang sejarah, tempat ibadah tersebut selalu menjadi tempat perlindungan terakhir manusia untuk berlindung di sana, karena masyarakat mengetahui bahwa tempat tersebut dilindungi. Menurut saya, penargetan tempat ibadah secara terus-menerus tanpa membedakan sasaran merupakan tindak pidana," paparnya

Masyarakat Gaza telah meminta bantuan dari komunitas internasional selama beberapa dekade. Mereka telah hidup dalam pengepungan selama 16 tahun.

Aktivis perempuan AS mengungkapkan bahwa Israel memiliki sejarah panjang menargetkan masjid dan gereja di masa lalu.

Gereja Kelahiran di Betlehem diserang pada tahun 2002 selama intifada kedua.​

"Orang-orang Israel meludahi orang-orang Kristen di Quds, dan tidak menghormati kuburan mereka. Israel juga rutin menyerang Masjid Al-Aqsa di Quds," papar Ajlouny.

"Pemerintah Amerika terlibat dalam kasus ini, karena mereka tidak memperhatikan suara masyarakat (Gaza) dan tidak menuntut gencatan senjata hingga saat ini," tegasnya(PH)