Kedok Pergantian Nama Front al-Nusra
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i16093-kedok_pergantian_nama_front_al_nusra
Bersamaan dengan babak baru upaya untuk menyelesaikan krisis Suriah, pemimpin kelompok teroris Front al-Nusra membubarkan kelompok ini dan mengumumkan pembentukan kelompok baru bernama Jabhat Fath al-Sham.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 29, 2016 18:42 Asia/Jakarta
  • Kedok Pergantian Nama Front al-Nusra

Bersamaan dengan babak baru upaya untuk menyelesaikan krisis Suriah, pemimpin kelompok teroris Front al-Nusra membubarkan kelompok ini dan mengumumkan pembentukan kelompok baru bernama Jabhat Fath al-Sham.

Abu Mohammad al-Golani, pemimpin kelompok teroris  Front al-Nusra di Suriah mengumumkan pembubaran kelompok ini pada Kamis sore, 28 Juli 2016 dan mengumumkan pembentukan kelompok penggantinya dengan nama Jabhat Fath al-Sham.

 

Al-Golani mengklaim bahwa Jabhat Fath al-Sham tidak memiliki hubungan dengan pihak asing dan pembentukan kelompok ini bertujuan untuk menyatukan kelompok-kelompok sejenis lainnya.

 

Kelompok teroris Front al-Nusra menyebut dirinya sebagai kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda, namun dengan pengubahan nama tersebut, kelompok teroris ini menyatakan memisahkan diri dan tidak lagi memiliki hubungan dengan al-Qaeda.

 

Front al-Nusra mengumumkan eksistensinya di Suriah tak lama setelah meletusnya krisis di negara Arab ini. Secara lahiriyah, kelompok teroris ini tidak membaiat kelompok teroris Takfiri Daesh, namun tindakan dan perilaku Front al-Nusra di berbagai wilayah yang didudukinya di Suriah utara tak jauh beda dengan teroris Daesh.

 

Pada awalnya, Front al-Nusra mendapat dukungan langsung dari Arab Saudi, Qatar dan Turki. Mereka menerima bantuan logistik dan senjata melalui perbatasan Turki dan masuk ke Idlib, barat laut Suriah.

 

Gencatan senjata yang telah diberlakukan sejak Februari lalu –menyusul kesepakatan antara Rusia dan Amerika Serikat– tidak meliputi Front al-Nusra, namun cabang-cabang dari kelompok teroris ini seperti Jaish al-Fath dan Jaish al-Islam melakukan kejahatan mengerikan di berbagai wilayah yang mereka duduki. Mereka membantai massal warga Suriah dengan berbagai cara, dan tindakan ini tidak ada bedanya dengan perilaku teroris Daesh.

 

Serangan mortir dan roket kelompok-kelompok yang disebut AS dan sekutunya sebagai kelompok moderat ke perumahan penduduka Aleppo mengingatkan kembali berbagai kejahatan Front al-Nusra. Para pendukung Front al-Nusra berusaha menutupi berbagai kejahatan anti-kemanusiaan yang mereka lakukan dengan cara menyebut kelompok itu sebagai oposisi moderat.

 

Namun perilaku dan berbagai kejahatan Front al-Nusra di Suriah dan peran langsung mereka dalam membantai warga sipil di negara Arab ini telah membuktikan esensi dari terorisme dan kejahatan mereka.

 

Tidak disertakannya nama Front al-Nusra dalam perjanjian gencatan senjata dan upaya kelompok ini untuk digabungkan dalam perundingan damai Suriah di Jenewa merupakan agenda yang telah direncanakan sebelumnya.

 

Penggantian nama Front al-Nusra menjadi Jabhat Fath al-Sham telah menemukan dimensi baru –di mana di tengah-tengah upaya Rusia dan AS untuk menyelesaikan krisis Suriah– mereka bisa masuk ke dalam perundingan damai di Jenewa dalam naungan apa yang disebut dengan "kelompok moderat."

 

Kejahatan Front al-Nusra sangat jelas bagi opini publik dunia terutama bagi rakyat Suriah. Oleh karena itu, penggantian nama kelompok tersebut tidak akan mampu membesihkan wajah buruk dan kotornya serta tidak akan bisa menghapus semua kejahatan keji mereka di Suriah.

 

Penggatian nama Front al-Nusra dilakukan bersamaan dengan keberhasilan militer dan pasukan relawan Suriah dalam menyempurnakan pengepungan Aleppo. Dengan demikian, pengubahan nama tersebut juga dapat diartikan sebagai upaya untuk mempersatukan semua kelompok teroris untuk memerangi militer Suriah.

 

Yang pasti, faktor yang bisa mendorong perundingan damai Suriah mendatang di Jenewa menjadi negosiasi yang efisien dan efektif adalah pemberantasan serius terhadap semua bentuk terorisme. Kelanjutan permainan politik dengan fenomena-fenomena buruk ini sama hal nya dengan mempermainkan nyawa warga tak berdosa Suriah, di mana kehidupan mereka terancam oleh tindakan mengerikan kelompok-kelompok teroris yang mereka sebut sebagai kelompok moderat.

 

Meski Front al-Nusra berganti nama dengan nama apapun, namun kelompok ini  tidak akan mampu mengubah esensi diri mereka, mereka akan tetap dikenal oleh masyarakat dunia sebagai kelompok teroris. Para pendukung mereka juga tidak akan mampu untuk memperkenalkan mereka sebagai kelompok moderat di hadapan dunia. (RA)